Guru SMAN 3 Pangkep Raih Doktor di UNM

0
289
views

Apakabarkampus.com – Hasil kajian awal, diperoleh data kondisi pembelajaran seni rupa di SMAN Pangkep sangat memprihatinkan. Karya seni rupa yang dihasilkan siswa belum menunjukkan kreativitas. Karya yang dibuat siswa masih berupa pengulangan karya dari bahan sederhana seperti membuat miniatur rumah dan tempat pensil dari bahan stik ice cream.

Idealnya, karya-karya seni yang dihasilkan siswa harus lebih kreatif. Metode guru dalam pembelajaran praktik dianggap kurang tepat. Guru tidak mendorong usaha kreatif siswa dalam menghasilkan karya berdasarkan potensi alam.

Hal tersebut yang memotivasi Sri Darmawati Munir untuk melakukan penelitian disertasinya yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Seni Rupa Terapan Berbasis Pemanfaatan Potensi Alam Lokal untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa SMA di Kabupaten Pangkep”. Disertasi yang dipertahankan di depan tim penguji dengan Ketua: Prof.Dr.Anshari,M.Hum. dan anggota: Prof.Dr.H.M. Arifin Ahmad,M.A., Prof.Dr.Darman Manda,M.Hum., Dr.Karta Jayadi,M.Sn., Prof.Dr.Syamsul Bachri Thalib,M.Si., Dr.Abdul Saman,M.Si.,Kons., dan Prof.Dr.Bahaking Rama,M.S. pada Kamis (20/9) di Aula Lantai 5 PPs UNM.

Penelitian ini termasuk penelitian dan pengembangan. Produk yang dihasilkan adalah model pembelajaran seni rupa terapan berbasis pemanfaatan potensi alam lokal (model SRTBP2AL).

Model SRTBP2AL mengacu pada teori pengembangan 4D Thiagarajan. Empat fase pengembangan, yaitu design, define, development, dan dessiminate.

Setelah melalui proses pengujian, produk yang dihasilkan guru SMAN 3 Pangkep ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif. Produk ini juga dapat diterapkan di sekolah lain dengan potensi alam lokal.

Setelah menjawab sanggahan dan bantahan para penguji, Sri Darmawati Munir dinyatakan lulus meraih gelar doktor dengan IPK 3,88 atau predikat kelulusan pujian atau cumlaude. Dia tercatat sebagai doktor ke-734 PPs UNM dan doktor ke-114 Program Studi Ilmu Pendidikan.

Prof.Dr.Anshari,M.Hum. menilai Sri Darmawati merupakan mahasiswa program doktor yang tekun dan serius. Dalam meraih sukses di jenjang S3, tidak semata bertumpu pada kecerdasan kognitif, tetapi dominan pada ketekunan menjalani proses akademik. *)

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here