Menciptakan Generasi Kritis, Solutif dan Berkomitmen, FISIP UPRI Gelar LDKM

0
38
views

Apakabarkampus.com – Lembaga kemahasiswaan FISIP UPRI Makassar menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) bagi mahasiswa baru yang berlangsung selama tiga hari, mulai (4-7, Oktober 2018), di Malino, Gowa.

Pada Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa ini, BEM FISIP UPRI mengusung tema ‘Menciptakan Generasi Kritis yang Solutif dan Berkomitmen Guna Mencapai Intelektual yang Mentalis’.

Nirwan, selaku ketua panitia menuturkan bahwa, “Latihan Dasar Kepemimpinan ini sangatlah penting, karena melihat fenomena mahasiswa sulit berbaur dengan masyarakat, dengan alasan sulit menyampaikan ide, opini mengenai permasalahan yang terjadi—yang diketahui masyarakat kebanyakan, mahasiswa itu serba bisa. Dalam kegiatan LDKM ini mahasiswa baru akan dilatih jiwa kepemimpinannya dan bisa bersaing ditengah majunya teknologi dan informasi.”

Nirwan menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, diharapkan mampu mempererat tali silaturahmi antar sesama mahasiswa, adanya saling menghargai antara senior dan junior.

Dirinya berharap, dari peserta ini mampu menjaga kerja sama, kekompakan, solidaritas serta komitmen yang dibangun agar menjadi seorang yang cerdas dan berjiwa berani menghadapi tantangan.

Selain itu, Latihan Dasar Kepemimpinan ini dapat mendorong semangat mahasiswa untuk lebih aktif di dunia kampus dan organisasi.

Disela-sela aktifitas, Maulana yang juga sebagai peserta LDKM ini angkat bicara soal pengalaman luar biasanya mengikuti LDKM pada hari ketiga, Sabtu (06/10/2018), hal yang ia dapatkan dari LDKM selain solidaritas, kedisiplinan, sikap sopan santun dan menghargai kepada siapapun merupakan sebuah keharusan bagi Mahasiswa. Dirinya mengaku merasa senang sekali dengan LDKM ini, mereka bisa dilatih publik speaking, apalagi orasi menggunakan toa, dan bisa melanjutkan tongkat estafet di lembaga kemahasiswaan FISIP UPRI.

Nurhifa—peserta—juga mengungkapkan hal yang sama, dari yang ia dapatkan di kegiatan ini, selain ilmu baru dari pemateri, pelajaran baru, bisa saling mengenal satu sama lain, dan harapannya semoga tahun depan bisa lebih baik dari tahun ini.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk diikuti, dimana junior diarahkan oleh senior dengan hal yang positif berupa semangat, kerja keras, kedisiplinan, memotivasi diri dan menjadi pribadi yang bijak melihat permasalahan yang ada.

Sementara itu, Faisal—wakil ketua BEM FISIP UPRI ditengah kesibukannya mengatakan, “Perlunya mengingatkan mahasiswa agar tetap kritis dan mengawal setiap kebijakan yang ada di lingkup kampus UPRI, dan lingkungan tinggal mereka.”

Dirinyapun menambahkan, kegiatan ini sangat penting dilakukan. Dengan adanya pelatihan semacam ini, mahasiswa mampu berbicara di depan banyak orang, mampu berinovasi untuk masyarakat, serta punya pemikiran yang bagus.
Imbuhnya, karakter juga dibangun sejak dini, guna menjadi pemimpin yang tentunya menjadikan orang yang bermanfaat buat orang-orang di sekitar. Berpikir kritis itu penting agar segala sesuatu yang kita terima tidak kita terima begitu saja dan dapat menemukan kebenaran yang sebenar-benarnya .

Ayu Safitri—ketua DEPERMA FISIP UPRI mengungkapkan, LDKM ini akan melatih soft skill mahasiswa (berkaitan dengan bakat yang dimiliki, kepemimpinan), hard skill (keilmuan yang dikembangkan), dan ekstra skill berkaitan dengan spiritual dan religiusitas antara hubungan individu dengan Tuhan. Ini perlu diterapkan dalam diri pribadi masing-masing. Harapannya seperti yang ia kutip dari perkataan sang proklamator RI, “Berikan aku sepuluh pemuda maka kuguncangkan dunia.”(*)

 

Idzul Fitra

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here