Pendataan Mahasiswa Tadulako di Unhas, Lebih 700 Mendaftarkan Diri

0
14
views

Apakabarkampus.com – Sejak pembukaan pendataan mahasiswa Universitas Tadulako yang ingin kuliah sementara (sit in) di Universitas Hasanuddin resmi dibuka pada Kamis, 4 Oktober 2018, ratusan mahasiswa terus membanjiri posko pendaftaran. Hingga hari Selasa (9/10/2018), hasil rekapitulasi menunjukkan sebanyak 711 mahasiswa telah mengisi formulir pendataan. Sebagian besar sudah berada di Makassar, sehingga mereka datang langsung ke Posko Pendataan yang terletak di Lantai 1 Gedung Rektorat Unhas.

Dari 711 mahasiswa tersebut terdistribusi ke 12 fakultas dari 15 fakultas yang ada di Unhas. Jumlah terbanyak terdata di Fakultas Teknik, yaitu sebanyak 140 orang, disusul Fakultas Hukum sebanyak 113 orang, Farmasi sebanyak 86 orang, Fakultas Kedokteran sebanyak 76 orang dan Fakultas Ekonomi sebanyak 74 orang, serta di fakultas lainnya.

Langkah selanjutnya setelah pendataan ini adalah Unhas segera mengirimkan nama-nama mahasiswa tersebut ke Untad untuk memperoleh persetujuan (surat pengantar atau rekomendasi). Setelah Unhas menerima persetujuan, proses sit in segera dimulai. Fakultas-fakultas di lingkungan Unhas telah siap melakukan sit in.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, hari ini (Rabu, 10/10/2018) pada pukul 14.30 WIB menghadiri pertemuan bersama Presiden RI Joko Widodo, Menristekdikti, Rektor-rektor PTN, Kepala LLDIKTI.

“Dalam pertemuan tadi, Presiden memberikan apresiasi pada perguruan tinggi yang telah membantu bencana Palu dalam berbagai upaya, termasuk memberi kesempatan mahasiswa Untad untuk tetap kuliah di berbagai PTN,” kata Prof. Dwia.

Khusus untuk mahasiswa Untad yang akan melanjutkan studi sementara (sit in) di Unhas, Prof. Dwia menjelaskan bahwa hal ini dapat mendukung kelanjutan proses belajar bagi mahasiswa agar tidak terputus.

“Unhas juga akan memberikan fasilitas konseling jika ada mahasiswa Untad yang membutuhkan, terutama untuk menghilangkan rasa trauma dan kesedihan. Jika ada yang mengalami cedera dan membutuhkan pengobatan, Unhas juga akan memberi fasilitas pelayanan kesehatan,” kata Prof. Dwia.

Pada prinsipnya, sit in adalah proses memindahkan sementara proses belajar mengajar mahasiswa asal Untad ke kampus Unhas. Selain untuk memastikan kelanjutan studi dan proses belajar mahasiswa yang terkena bencana, sit in juga merupakan upaya untuk membantu mahasiswa agar dapat secepatnya terlepas dari suasana trauma yang dihadapi.

Selama proses pendataan, relawan Unhas berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa asal Untad. Sebagian besar mahasiswa Untad ini masih terbayang-bayang dengan situasi bencana yang baru saja dialami. Ada yang merasa ketakutan memasuki ruangan, ada yang selalu kaget setiap ada suara keras, hingga yang masih berwajah murung. *)

*)Ishaq Rahman
Kasubdit Humas dan Informasi Publik
Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here