Terapi Untuk Korban Bencana Palu

0
50
views

Oleh: Coach Risman.A
Sekretaris DPD PRAHPTI Sulsel

 

lahaulawalaquwataillabillah,” itulah kalimat yang terucap mewakili kegiatan malam ini, panggilan mendesak dan tiba-tiba dari posko pengungsian gempa, tsunami, likuifaksi Sulteng di Pondok Pesantren IMMIM Putra, kota Makassar.

Saya tau pula 4 orang relawan ini, rumahnya lumayan jauh dari posko ini. Dan sangat sibuk seperti 30-an relawan lainnya.

Alhamdulillah mereka berempat terbuka pintu hatinya untuk melawan rasa lelah dan bisa hadir dikegiatan malam ini.

Sesampai disana, alhamdulillah koordinator posko sangat open kepada kami, dan membebaskan kami melakukan intervensi terapi kepada korban.

Waktu yang begitu singkat malam ini, kami melakukan terapi kepada 5 orang klien yang teridentifikasi terkena trauma.

1. Klien pertama yang mengalami trauma: selalu merasa was-was ketika ada gemuruh (suara mobil, pintu, keributan, dan lain-lain) yang membuat jantungnya berdebar kencang dan tidak tenang. (warning: ada penyakit jantung dan diabetes).

2. Klien kedua: Kakinya ngilu selama bertahun-tahun dan makin ngilu pasca gempa kemarin bahkan terasa kaku ketika berjalan.

3. Klien ketiga: Mengalami trauma pada ketinggian pasca gempa. Kaki bergetar dan perasaan begitu takut.

4. Klien ke empat: Trauma, ketakutan yang memunculkan respon sakit pada fisik.

5. Klien ke lima memiliki halusinasi pasca gempa: Seakan-akan suatu saat akan gempa.

Rata-rata penanganan klien 30-45 menit.

Pasca terapi, kami melakukan pengecekan ulang apakah klien betul-betul mengalami perubahan “post therepeutik“.

Dan alhamdulillah, klien pertama sudah tidak merasakan perasaan takut, dan jantung berdebar ketika merasakan gemuruh, perasaan sudah lebih dingin.

Klien kedua: Saya mencoba untuk mengajaknya berjalan beberapa langkah setelah terapi, dan ia mengatakan, “Alhamdulillah nak, malemme’ni (sudah tidak kaku & kaki sudah nyaman tuk berjalan).”

Klien ketiga, empat, lima, 90% trauma mereka hilang dan tuntas. Tiada kata yang patut terucap di keterbatasan kami malam ini, selain alhamdulillah, lahaulawalaquwataillabillah.

Pihak posko berharap kami kembali lagi untuk menangani 90 korban lainnya diposko ini yang kemungkinan diantaranya masih ada yang trauma.

Terima kasih coach Nona S. Halima telah melakukan konsolidasi, dan terus lakukan konsolidasi di semua posko pengungsian di Makassar, terima kasih Coach Sahdani Al Firdauzy, dan Coach Lukman Khalid yang telah membersamai kegiatan perdana malam ini. Terima kasih juga Erna H. R sudah memberi izin. Next posko lainnya.

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here