Perpusnas Latih 20 Orang Fasilitator Pengembangan Perpustakaan untuk Kesejahteraan Masyarakat

0
113
views

Apakabarkampus.com – Untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah tentang pentingya mengembangkan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan memperkuat peran perpustakaan umum dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan literasi, dengan meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi, maka Perpustakaan Nasional RI melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknik (Bimtek) Fasilitator Perpustakaan Umum.

Bimtek yang dilaksanakan sejak tanggal 22 hingga 26 Oktober 2018 di Hotel Singgasana Makassar ini, merupakan bagian dari kegiatan Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum melalui Transformasi Pelayanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Bimtek ini diikuti 20 orang peserta dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dari 4 kabupaten penerima manfaat, masing-masing Kabupaten Maros, Kabupaten Bone, Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Banggai (Sulteng).

Kegiatan yang dibuka Kepala Perpustakaan Nasional RI diwakili Pustakawan Utama, Mukhtar Dolle SIP,MM, Senin (22/10), dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif, S.Sos, MA., dan Fasilitator Transformasi Perpustakaan Tingkat Nasional Rano, SH dan Irsan, S.IP sebagai pengajar Bimtek.

Dalam sambutannya yang dibacakan Mukhtar Dolle, Kepala Perpusnas RI menjelaskan, Perpustakaan Nasional saat ini tengah mendorong perpustakaan menjadi pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat. Hal tersebut diakomodasi oleh Bappenas dengan meluncurkan kebijakan transformasi pelayanan perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kebijakan ini diperkuat melalui Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2019, dengan menjadikan litersi untuk kesejahteraan sebagai salah satu kegiatan prioritas untuk mendukung prioritas nasional pembanguanan manusia.

“Perpustakaan Nasional berkomitmen untuk mengubah paradigma perpustakaan yang dianggap sebagai gudang buku dan bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi,” jelasnya.

Lebih lanjut ia menegaskan, perpustakaan harus bisa bertransformasi sehingga memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kemampuan masyarakat. Sehingga dengan demikian keberadaannya dapat merubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik menuju kesejahteraan.

Untuk itu, peran perpustakaan harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama mengembangkan potensi masyarakat. Selain menyediakan sumber-sumber bacaan untuk menggali informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan, yang bertujuan untuk pemberdayaan soisal ekonomi masyarakat.

Melalui Bimtek ini, para peserta diberi pemahaman tentang konsep revitaliasai pengembangan perpustakaan umum melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Mereka juga dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan bagaimana strategi mengembangkan perpustakaan dengan pelibatan masyarakat, serta strategi peningkatan layanan komputer dan internet di Perpustakaan.

Dalam pelatihan ini peserta juga telah dibimbing untuk menyusun program yang akan dilaksanakan dalam tiga bulan ke depan, baik itu kegiatan pelibatan masyarakat maupun kegiatan peningkatan layanan komputer dan Internet di perpustakaannya masing-masing, sebagai tahap awal dari tindak lanjut bimtek ini.

Konsultan pelaksana dari kegiatan revitalisasi ini, Wahyu Tri Tejo Kusumo bersama Perwitasari dari Perpusnas dan Gutriyana, S.Pt juga Fasilitator Perpusnas yang juga hadir selama dua hari mendampingi peserta hingga acara penutupan, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kelanjutan dari sosialisasi yang telah dilaksanakan pada bulan Agustus 2018, untuk memulai Program Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan Umum melalui Transformasi Pelayanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang merupakan adopsi dari program sebelumnya yaitu Program Perpuseru, yang juga pernah bermitra dengan beberapa kabupaten di Sulsel dan telah membuahkan hasil yang menggembirakan.

Berdasarkan pengalaman dan keberhasilan tersebut, maka Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, sangat mengapresiasi Program Revitalisasi Pengembangan Perpustakaan ini.

Ketika menutup kegiatan Bimtek ini, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel yang diwakili Kabid Pembinaan Perpustakaan Drs. H. A. Ahmad Saransi, M.Si mengatakan program ini sangat sejalan dengan Visi dan Misi Guberur Sulsel yang baru Prof Dr. Nurdin Abdullah, M.Agr bersama Wagub A. Sudirman Sulaiman, ST, terutama dalam menurunkan
angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan yang kesemuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. * (naz)

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here