Kuliah Umum Duta Besar Korea untuk Indonesia di Universitas Hasanuddin

0
8
views

Apakabarkampus.com – Duta Besar Korea untuk Indonesia, H.E. Chang-beom Kim hadir di Universitas Hasanuddin dalam rangka kunjungan kerja, Senin, 29 Oktober 2018, pukul 13.30 WITA. Duta besar Kim diterima oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA di ruang kerjanya, didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Kerja Sama, dan Inovasi, Prof. dr. Nasrum Masi, Ph.D. Turut juga mendampingi Rektor Dwia adalah Dekan Sekolah Pasca Sarjana Unhas, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, MP.

Dalam sambutan pembukaannya, Rektor Unhas Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyampaikan terima kasih atas kehadiran Dubes Korea di Universitas Hasanuddin. “Unhas secara konsisten telah dinyatakan sebagai perguruan tinggi 10 besar di Indonesia, diantara sekitar 4.000 perguruan tinggi. Khusus di luar Jawa, kami adalah perguruan tinggi terbaik. Untuk itu, kami membuka banyak sekali peluang kerja sama dengan mitra, baik dari dalam negeri maupun luar negeri,” kata Prof. Dwia.

Rektor Unhas juga menyebutkan bahwa mahasiswa-mahasiswa Unhas memiliki minat yang tinggi terhadap Korea, terutama ketertarikan terhadap budaya Korea. “Mungkin ini merupakan keberhasilan dari gerakan diplomasi budaya yang dilancarkan Korea. Namun saya melihatnya lebih sebagai peluang untuk meningkatkan hubungan diantara kedua negara,” lanjut Prof. Dwia.

Mengawali kuliah umum yang dipandu oleh Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Jamaluddin Jompa, Dubes Kim menyebut kunjungan ke Unhas sebagai “Korean Ambassador Meets Future Leaders of Indonesia at Unhas”. Dirinya menganggap bahwa generasi muda merupakan potensi masa depan bangsa. Selain itu, Indonesia merupakan negara yang memiliki makna sangat penting bagi Korea.

“Indonesia adalah negara paling penting di Asia Tenggara. Sementara bagi Korea, Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat strategis. Presiden Moon merumuskan kebijakan baru yang mengarah ke selatan (New Southern Policy) yang bertujuan untuk membentuk koneksi yang lebih baik antara Korea Selatan dan ASEAN dan memperluas kerjasama ekonomi,” kata Dubes Kim.

H.E. Chang-beom Kim baru bertugas di Indonesia selama 8 bulan. Tetapi sebelumnya dirinya pernah bertugas di Kedutaan Besar Korea sebagai diplomat selama beberapa tahun. “Jadi, bertugas kembali ke Indonesia adalah semacam pulang kampung bagi saya,” kata Dubes Kim yang disambut tepuk tangan peserta kuliah umum. “Dalam rangka meningkatkan hubungan dengan Indonesia, pemerintah Korea Selatan melakukan redefinisi hubungan kedua negara menjadi “Special Strategic Partnership”, yang berada pada level hubungan yang lebih tinggi,” kata Dubes Kim.

Sepanjang kuliah umum yang berlangsung sangat kasual, Dubes Kim memaparkan beberapa fenomena Korea Selatan, termasuk keberadaan K-Pop yang menjadi ujung tombak diplomasi budaya negara tersebut. Sejak memulai pembukaan kantor konsuler pada tahun 1966, namun secara formal hubungan diplomatik baru dimulai pada 1973. Pada tahun 2006, kedua negara menyepakati kesepakatan bersama untuk Kemitraan Strategis (Joint Declaration on Strategic Partnership) yang diikuti dengan pertukaran kunjungan kepala negara pada setiap masa pemerintahan.

Tercatat, Presiden Republik Indonesia sejak Presiden Abdurrahman Wahid selalu melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan. Dan begitu juga dengan Presiden Korea Selatan. “Bahkan, negara pertama yang dikunjungi secara kenegaraan oleh Presiden Moon setelah terpilih adalah Indonesia. Ini menunjukkan makna penting Indonesia bagi Korea Selatan,” kata Dubes Kim.

Kuliah umum yang berakhir pukul 16.30 ini diisi dengan tanya jawab. Dubes Kim selanjutnya mengunjungi Korean Corner yang terletak di Gedung Perpustakaan Unhas.(*)

*) Ishaq Rahman
Kasubdit Humas dan Informasi Publik
Direktorat Komunikasi Universitas Hasanuddin

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here