Jangan Pernah Berhenti Melayani

0
74
views

Oleh : Serli Randabunga *

Apakabarkampus.com – Perjalanan waktu selama empat puluh tujuh tahun, bukanlah perjalanan yang singkat. Sejak didirikan pada tanggal 29 Nopember 1971 hingga sekarang, Korpri telah menunjukkan dharma bahkti dan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara.

Berbagai peristiwa dan perubahan sosial politik, dengan suka dukanya telah mewarnai perjalanan organisasi ini. Citra negatif terhadap kinerja anggota Korps Pegawai Negeri Sipil yang dianggap sering lamban dalam memberikan pelayanan publik, kurang disiplin dimana kerjanya santai bisa jalan-jalan saat jam kerja, ego sektoral, mental penguasa dan mental koruptif yang hanya terpaku pada formalitas belaka menjadikan organisasi ini berbenah diri dengan bertransformasi menjadi Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Dalam bentuk yang baru, Korps Profesi Pegawai Aparatur Sipil Negara diharapkan dapat menjadi pusat inovasi dan tempat lahirnya loncatan-loncatan kemajuan baik dalam peningkatan tugasnya maupun peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai ASN diserahi tugas untuk melaksanakan tugas pelayanan publik, tugas pemerintahan, dan tugas pembangunan tertentu. Tugas pelayanan publik dilakukan dengan memberikan pelayanan atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administrative yang disediakan pegawai ASN. Adapun tugas pemerintahan dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan fungsi umum pemerintahan yang meliputi pendayagunaan kelembagaan, kepegawaian, dan ketatalaksanaan, sedangkan dalam rangka pelakasanaan tugas pembangunan tertentu dilakukan melalui pembangunan bangsa serta melalui pembangunan ekonomi dan sosial yang diarahkan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran seluruh masyarakat.

Selain itu, undang-undang ini mewajibkan seorang ASN untuk mengelola dan mengembangkan diri pribadi dan mempertanggung jawabkan kinerjanya serta menerapkan prinsip merit dalam pelaksanaan manajemen aparatur sipil negara. Pola penggajian berdasarkan tingkat kelas dimana ASN dituntut untuk mempunyai kemampuan dalam berinovasi, membuat kebijakan yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

ASN yang mempunyai tingkat kompetensi dan inovasi yang bagus, mampu mengembangkan ide kreativitas serta melaksanakan kinerja dengan baik, dapat menduduki kelas dengan tingkat yang lebih tinggi. Sebaliknya bisa turun kelas pada jabatan yang mempunyai tingkat gaji lebih rendah apabila kinerjanya tidak baik, tergantung dari individu para ASN, bagaimana mereka mampu melaksanakan tugas dan membuat inovasi dalam ruang lingkup kerjanya sehingga gaji yang diberikan akan berbanding lurus dengan beban kerja yang dilakukan.

Dalam Undang-Undang ASN dikenal juga prinsip dasar yaitu perlindungan pegawai dari intervensi politik dan tindakan kesewenang-wenangan. Prinsip tersebut tidak dapat dipisahkan dari adanya kewajiban dari ASN untuk menjaga netralitas atau pengaruh dari kepentingan apapun dalam menjalankan tugasnya memberikan pelayanan publik. Pelayanan kepada masyarakat tidak terlepas dari personel birokrasi yang professional serta kompeten dalam memberikan pelayanan publik dari intervensi politik.

Terkait netralitas anggota Pegawai ASN dalam pesta demokrasi 2019, pegawai ASN harus menjaga netralitas dan tidak menggunakan fasilitas pemerintah untuk kepentingan kampanye. Bagi yang melanggar akan diberikan sanksi yang tegas, mulai dari sanksi disiplin ringan sampai dengan berat sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara jo Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Hukuman Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Oleh karena itu, sebagai organisasi yang merupakan bagian integral dari pemerintahan, hendaknya fungsi-fungsi sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang ASN dapat diwujudkan secara bertahap dengan tetap berpedoman pada amanat Panca Prastetya Korpri. Korps Profesi Pegawai ASN berperan menjaga kode etik profesi, standar pelayanan profesi dan mewujudkan jiwa korps ASN sebagai pemersatu. Begitu pula dalam hal pemberantasan korupsi dan pungli, serta peningkatan kualitas pelayanan publik, anggota Korps Profesi Pegawai ASN seyogyanya berada di garis terdepan perjuangan sebab rakyat membutuhkan anggota Korps Profesi Pegawai ASN yang disiplin, bertanggungjawab dan berorientasi kerja.

Anggota Korps Profesi Pegawai ASN hendaknya menjadi guru, tauladan bagi perubahan yang diharapkan oleh seluruh masyarakat. Meningkatkan profesionalitas dengan terus meningkatkan kecerdasan intelektual, serta meningkatkan kecerdasan emosional dan spiritual antara lain dengan lebih memahami nilai-nilai revolusi mental dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari, yakni nilai integritas, etos kerja dan gotong royong.

Manfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk melakukan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel. Jadilah birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk kejayaan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Makassar, Nopember 2018

Penulis : Serli Randabunga
ASN pada Kanwil Kemenkumham Sulsel
Email : serlirandabunga@gmail.com

Editor : Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here