Aksi Reuni 212, Pentingkah?

0
43
views

Oleh: Ma’arif Amiruddin, S.M
Founder Pajokka Event
Praktisi Property Syariah

 

Tak terasa sudah dua tahun berselang, setelah moment akbar 212 yang digelar oleh sebahagian besar ummat Islam tanah air dan menyita banyak pasang mata itu.

Aksi 212 adalah sebuah kegiatan unjukrasa yang digelar di jalan-jalan sekitaran Monumen Nasional (Monas), menuntut diprosesnya secara hukum si penista agama (Ahok).

Ahok yang bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama merupakan mantan wakil Gubernur DKI Jakarta, yang pada saat itu ingin mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Pada salah satu kampanyenya di kepulauan Seribu, ia mengatakan bahwa, “Jangan mau dibohongi sama Qur’an Surah Al-Maidah ayat 51”. Sontak perkataan tersebut memicu reaksi ummat Islam. Ummat Islam marah akibat kitab sucinya dihina dan dinistakan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam Qur’an surah Al-Maidah yang dinistakan oleh Ahok tersebut, berisikan larangan untuk memilih pemimpin kafir.

Ditambah lagi, reaksi aparat penegak hukum dalam menindak kasus penistaan Ahok cenderung lamban, sehingga semakin memperkuat reaksi ummat Islam untuk menuntut keadilan.

Maka, pada tanggal 2 Desember 2016, ummat Islam tumpah ruah di jalan-jalan sekitar Monas, dengan menggunakan pakaian putih-putih untuk menuntut keadilan di negri ini.

Moment tersebut tidak hanya menggemparkan masyarakat Indonesia saja, melainkan juga masyarakat dunia. Beberapa media asing turut serta meliput peristiwa bersejarah di Indonesia tersebut.

Tanggal 2 Desember 2018 nanti, ummat Islam akan kembali mengadakan agenda akbar tersebut. Namun agenda “reuni” kali ini adalah untuk membela kalimat tauhid, membela panji Rasulullah saw. yang beberapa waktu lalu telah dinistakan oleh oknum Banser yang tidak bertanggungjawab.

Parahnya, pembakaran bendera tauhid tersebut dilakukan pada hari peringatan santri nasional, sungguh ironis. Mereka menganggap dirinya adalah santri, dirinya adalah ummat Islam, namun benci kepada simbol-simbol Islam. Sungguh mengherankan.

Aksi reuni 212 nanti, insya ALLAH akan kembali dibanjiri oleh ribuan ummat Islam di seluruh Indonesia yang tidak terima kalimat tauhid dihinakan seperti itu.

Timbul beberapa pertanyaan, apakah aksi ini penting untuk dilakukan?

Mungkin hal ini tidak penting bagi sebagian orang, namun bagi orang-orang yang cinta terhadap agamanya, maka hal ini adalah hal yang sangat penting. Mereka rela menggelontorkan dana, mereka rela meluangkan waktu, mereka rela berpanas terik, mereka rela berdesak-desakan, semua itu hanya untuk mengharapkan ridha ALLAH swt. melalui jalan membela kalimat tauhid.

Saya ingin memberikan pertanyaan kepada Anda, apakah Anda marah saat ibu Anda dilecehkan? Apakah Anda marah saat keluarga Anda dilecehkan? Kalau jawabannya iya, saya kembali bertanya, mengapa Anda marah? Anda mungkin akan menjawab karena saya cinta kepada mereka.

Begitu jugalah para peserta aksi 212 nantinya, mereka cinta dengan agama Islam, mereka cinta dengan kalimat tauhid, mereka cinta dengan panji Rasulullah saw. Maka ketika ada orang yang melecehkannya, maka mereka akan marah besar, sebab begitu besarnya kecintaan mereka terhadap-Nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here