CollapsE

0
27
views

Oleh: Zulkarnain Hamson*

Apakabarkampus.com – Diantara kejayaan monumental peradaban masa lalu yang runtuh dan lenyap, hanya tersisa penyesalan.  Kemudian Allah menyindir ciptaannya sebagai perusak di muka bumi, dalam ayat-ayatnya yang suci.

Saya, dia, kamu, dan kita semua pelaku Collapse. Kita telah sadar dan tanpa sadar menggiring peradaban menuju kematian. Bukan saja karena virus bakteri dan bibit penyakit, tetapi peperangan, kekerasan hati, dan kelaparan juga kefakiran ilmu. Telah kita sumbangkan bagi tumbangnya peradaban. Begitu kira-kira sindiran para ilmuan yang dengan cermat mengamati perilaku menyimpang manusia.

Jared Diamond, Profesor Geografi dan Ilmu Kesehatan Lingkungan University of California, Los Angeles, dalam bukunya berjudul ‘CollapsE’ saya temukan dalam susunan rak buku ketika mencari ‘Sapiens*’yang langka itu.

Jared, mengatakan ada 5 faktor penyebab keruntuhan sebuah peradaban. Salah satunya pengaruh peradaban sahabat. Saya terhenyak!!! Bisakah sahabat menghancurkan kita?.

Saya teringat pada prilaku Ibnu Baz dan Juhaiman dua orang lelaki ekstrem yang mengacaukan Kota Makkah, dalam serangan bersenjata mematikan di depan Ka’bah, menumpahkan darah, mematikan sejumlah jamaah haji pada 20 November 1979. Semua terekam dalam ‘Kudeta Mekkah’ buku yang ditulis Yaroslav Trofimov. Saya membacanya sambil menahan amarah, pada pertengahan 2016 lalu.

Manusia memang perusak. Bahkan untuk sesuatu yang Allah sucikan, bisa dengan berani dilanggar dengan penuh kesombongan. Kita kembali ke ‘CollapsE’ saya membacanya hampir 2 hari, dan menjadi saksi betapa ciptaan bernama manusia itu pelanggar yang nyata. Penentang aturan yang bodoh, sekalipun hidup dalam dunia yang sangat terdidik dan bermartabat.

Sastrawan abad 19, yang konses pada kajian budaya dan peradaban adat, ‘Cristian Pelras’ memilih menghabiskan waktunya di Tanah Bugis. Dari sanalah lahir karyanya yang monumental berjudul ‘Manusia Bugis’. Sebagian tulisan Pelras sudah saya lupa. Tetapi sejak 15 Maret 2006, buku itu masih sering saya buka sesekali. Ada petuah Bugis yang ditulis Pelras, yang mungkin orang Bugis asli sekalipun sudah lama menguburnya.

Mengutip pesan ‘Turiolo’ para leluhur Bugis dari tanah Wajo.  Seorang pemimpin itu haruslah menjadi panutan, dalam kata-kata dan perbuatan agar tidak merusak. Apabila dia memanggil, orang akan mendekat. Dia melambaikan tangan orang akan datang. Dia memerintah orang akan patuh. Demi kebaikan tanah Wajo.

Mari kita melupakan keburukan Ibnu Baz, yang membuat Makkah kacau. Kita ingat Jared Diamond yang mengabarkan tentang prilaku menuju CollapsE, dan kita memulai peradaban baru di UIT tercinta. Jangan berkompromi dengan kesalahan. Kita bangun budaya akademik yang beradab maka kita tak akan pernah CollapsE

Wallahu’alam
31 Oktober 2018

Penulis:
Zulkarnain Hamson (Ketua LPPM UIT Makassar)

Editor : Puguh

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here