Anak Cerdas Berawal Dari Kesehatan Sistem Pencernaan

0
35
views

Apakabarkampus.com – Saluran cerna merupakan organ imunitas terbesar dan memiliki berbagai fungsi termasuk untuk mengelolah gizi, berperan penting dalam perkembangan otak dan menunjang kembang tumbuh anak, demikian menurut pakar gizi Dr dr Saptawati Bardosono, MSc.

Pakar kesehatan tumbuh kembang anak, Dr Ahmad Suryawan, dr, SpA(K) menyatakan bahwa otak berkomunikasi dua arah dengan saluran cerna yang dikenal dengan teori Git Brain Axis. Menurut Dr Wawan, suatu relasi sistem syaraf dan saluran cerna yang dimodulasi oleh jarul persyarafan ekstrinsik dan intrinsik.

Selama ini masyarakat umum hanya menilai bahwa asupan gizi hanya sebagai mekanisme untuk memberikan energi dan bahan pembentuk tubuh. Padahal semakin banyak bukti yang menunjukan asupan gizi sangat berpengaruh pada otak anak – anak.

Bapak kedokteran Yunani kuni Hippokrates  perna mengatakan seluruh penyakit bermula dari saluran cerna. Bagus tidaknya saluran cerna juga sedikit banyak mempengaruhi pikiran dan kebahagaian.

Bahkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010, penyakit karena gangguan saluran pencernaan masih menjadi penyebab terbesar (35,9) kematian anak usia 0-59 bulan di Indonesia.

Anak usia sampai dua tahun memiliki saluran cerna yang masih belum matang dan memiliki lapisan glukosa masih tipis. “ Dengan memberikan prebiotik tertentu bisa melapisi ketipisan tadi. Sistem kekebalan tubuhnya juga masih rentan infeksi, jadinya sakit, akhirnya kehilangan kesempatan untuk tumbuh kembang secara maksimal,” kata dokter Ariani.

Dokter spesialis anak Ariani D Widodo menekankan pentingnya asupan gizi untuk menjaga kesehatan sistem saluran cerna anak, salah satunya memperhatikan asupan prebiotik . Air susu ibu (ASI) memiliki kandungan yang kaya nutrisi, namun sayangnya tidak semua anak beruntung mendapatkannya.

Pasca kelahiran nutrisi yang tepat tidak hanya membantu proses tumbuh – kembang, tetapi juga membantu untuk menjaga fungsi dan mekanisme tubuh.  Daya tahan tubuh yang optimal dapat diperoleh dengan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan diteruskan hingga usia 2 tahun.

Karena peran penting tesebut, orang tua sebaiknya tidak hanya menganggap saluran cerna si kecil sebagai sebagai penyerap nutrisi. Saluran cerna perlu dianggap sebagai “otak kedua” dari manusia, tambah Dr dr Ahmad Suryawan, SpA(K).

Memahami gejala – gejala gangguan pencernaan pada buah hati seperti  gumoh , kolik dan konstipasi bisa membantu mengatasi masalah tersebut dengan segera. Saluran cerna yang aman dan nyaman menjadi modal buat anak menjadi happy kids yang otaknya mampu tumbuh dan berkembang secara optimal. Irma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here