Hasan: Saya Tidak Ingin Dinas Perpustakaan Dipandang Sebelah Mata

0
179
views

Apakabarkampus.com – Kalau mau cari orang pintar, jangan cari di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain, tapi carilah di Dinas Perpustakaan, pasti di sana akan ketemu. itu figting spirit (pembakar semangat) kita.

Pernyataan itu diungkap oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan, S.H.,M.H, sesaat sebelum membuka kegiatan Sertifikasi Pustakawan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional RI dan Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan di Aula Gedung Perpustakaan Multimedia Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulsel di Makassar, Selasa (4/12).

“Saya tidak mau melihat Dinas Perpustakaan ini dipandang sebelah mata orang” tegasnya, sembari menambahkan sebelum saya masuk ke sini, grade Dinas Perpustakaan berada di urutan ke-54 di bawah kita hanya ada korpri itupun sekarang sudah dilebur dan bukan lagi OPD yang berdiri sendiri. Tapi kita patut bersyukur karena sekarang grade kita sudah di urutan ke-16, target kita diakhir tahun ini mudah-mudahan bisa masuk 5 besar, kita berupaya bersaing dengan Diknas, Bapenda dan Bappeda.

Oleh karena itu, pria yang akrab di sapa Hasan Sijaya ini meminta agar pustakawan dapat menunjukkan kehebatan dan kemampuannya dengan terus belajar dan berkarya, salah satunya melalui kegiatan seperti ini.

Hasan yang saat ini juga masih menjabat Staf Ahli Gubernur ini juga menegaskan bahwa kegiatan Sertifikasi Pustakawan ini bukan kegiatan kecil, tapi ini kegiatan penting, tujuannya supaya pejabat fungsional pustakawan di Sulsel punya legitimasi, ada pengakuan formal.

“Apapun anda lakukan kalau tidak punya sertifikat anda belum punya pengakuan formal, tetapi kalau anda punya sertifikat profesi anda punya legitimasi, anda punya pengakuan formal, anda bisa ke mana saja bahkan ke luar negeri,”ujarnya.

Hasan juga berharap agar kegiatan seperti ini untuk di Sulsel dilaksanakan 2 kali dalam setahun, dengan jumlah peserta minimal 50 orang.

Sementara itu Kepala Bidang Akreditasi Pustakawan Perpustakaan Nasional RI, Joko Prasetyo, S.H., S.S.,M.Si dalam laporannya mengatakan, pelaksanaan kegiatan sertifikasi pustakawan ini merupakan amanah dari Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Kegiatan ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalisme serta memacu peningkatan kompetensi pustakawan.

Kegiatan sertifikasi yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ini diikuti 20 orang Pustakwan dari berbagai jenis perpustakaan se- Sulawesi Selatan.

Acara pembukaan kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah Kepala Bidang dan Kepala Seksi lingkup Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulsel, Asesor Sertifikasi Profesi Pustakawan dan pelaksana kegiatan dari Perpustakaan Nasional RI. *(naz)

Editor: Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here