Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Mamajang Gelar Talkshow Kearifan Lokal dan Lapak Literasi

0
45
views

Apakabarkampus.com – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Mamajang menggelar Talkshow Kearifan Lokal dan Lapak Literasi, Ahad, (13/1) di Benteng Fort Roterdam.

Kegiatan yang bertemakan “Menanamkan Jiwa Budaya dan Literasi kepada Generasi Milenial” diikuti oleh 50 orang peserta.

Andi Nur Alam selaku Ketua Umum mengatakan bahwa tema kegiatan tersebut diambil karena melihat kondisi generasi milenial (pelajar) sekarang kurang menerapkan jiwa budaya dan literasi.

“Kami di Pimpinan Cabang berinisiatif untuk mengadakan kegiatan ini untuk dapat memberi pembekalan dan penanaman jiwa budaya dan literasi yang sekarang ini berada di era modern dan hampir melupakan budaya dan literasi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga merupakan program kerja dan PC IPM Mamajang yang menyerentakkan tiga bidang, yaitu bidang perkaderan, bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan (PIP), dan bidang Asosiasi Budaya dan Olahraga (Asbo).

Selain itu, Pimpinan Daerah (PD) IPM Kota Makassar (Komas), yang diwakili oleh Muhamad Fepi selaku Sekretaris PIP sangat mengapresiasi kegiatan yang mengambil tema literasi tersebut.

“Jangan cuma fokus pada kegaiatan begini saja, tetapi nyatanya literasi yang kita agungkan tidak tercapai. Sep ulang di sini minimal ke Gramedia, ambil satu buku sesuai minat teman-teman. Kalau suka sejarah ambil buku sejarah,” tuturnya.

Diera yang begitu canggih akan teknologi hampir menutupi rasa ingin tahu akan budaya dan penanaman jiwa budaya itu sendiri, begitu juga dengan literasi.

Dedi Gunawan Saputra yang merupakan Pembicara Forum Nasional dan Internasional mengatakan bahwa diera sekarang ini di Makassar sudah tidak seperti dulu.

“Era sekarang, era teknologi sudah mengikis adat itu sendiri makanya tidak ada adab. Sekarang era ‘silangsungngan’
Tidak ada adat. Tidak ada kebiasaan baik. Tidak ada budaya ‘tabe’,” ujarnya.

Selain itu, Dedi juga memperdengarkan kepada para peserta contoh ‘Sinrili’ yaitu lagu yang mengandung pesan moral.

Penelitian tingkat literasi di kota Makassar yang dilakukan oleh perpustakaan Makassar sudah 45,2% karena di kota Makassar ini banyak komunias literasi, kedua tolak ukurnya karena banyak penulis.

Rezki Amalia Syafiin yang merupakan Duta Baca Sulsel 2018 mengatakan salah satu cara paling jitu menanamkan jiwa literasi adalah dimulai dari diri sendiri dengan membiasakan membaca buku perlembar dan menghadiri kegiatan literasi.

“Membaca bukan hanya menambah wawasan. Membaca bisa menurunkan tingkat stres. Dengan membaca bisa menjadi hiburan tersendiri untuk feelnya,” paparnya.

Kegiatan talkshow diakhiri dengan penyerahan piagam kepada narasumber dan dilanjutkan dengan lapak literasi. *)

*) Penulis: Fita

Editor: Puguh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here