Resensi Buku Kisah Tiga Kerajaan

0
11
views

Sam Kok

Dikisahkan kembali oleh Yongkie Angkawijaya

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Umum

Cetakan keempat Februari 2010

Jumlah Halaman : 432

Sampul hitam dengan paduan warna huruf merah dan kuning emas memberikan kesan kuat. Sampul dengan gambar wajah laki-laik berwajah tegas mampu mewakili isi buku. Bobot buku cukup berat dengan ketebalan yang masih nyaman digenggam bisa menjadi teman duduk yang baik. Pembaca semakin dimanjakan dengan ilustrasi-ilustrasi hitam putih yang menguatkan imajinasi.

Kisah tiga kerajaan besar negeri Tiongkok yang diambil dri sejarah besar Dinasti Han. Selamat lebih lima abad secara turun menurun menjadi buah bibir masyarakat. Setelah berhasil dijadikan roman terpopuler dunia mengenai perebuta kekuasaan. Yongkie Angkawijaya mengisahkannya kembali dengan cara yang menarik.

Ketika membaca buku ini, perbaduan sejarah dengan kisah modern dengan beberbagai efek bisa dirasakan. Beberapa bagian yang digambarkan secara kejam kadang serasa seperti membaca buku fiksi. Penggunaan nama-nama tokoh yang hampir sama dan sangat banyak jumlahnya cukup menyulitkan dalam mendalami beberapa peristiwa.

Meskipun berjudul kisah tiga kerajaan namun dalam pengisahannya sangat sulit untuk membedakannya. Kecuali tokoh-tokoh yang dominan seperti Lu Bu, Liu Bei bersaudara, dan Cao Cao yang lain sangat sulit membedakannya. Padahal mereka sebagai pendukung tokoh utama mengambil andil yang besar dalam menentukan cara memahami bagian cerita. Pada peperangan yang hanya melibatkan para panglima dari kedua belah pihak pengenalan pada bisa Lui Bey dan Cao Caa sulit dibedakan.

Membaca buku ini mengajarkan bahwa kecintaan masyarakat sesungguhnya teretak pada kejujuran, kesetiaan dan wibawah pemimpinnya. Terlihat jelas pada saat Lui Bei yang merupakan paman raja diikuti ribuang rakyat saat meninggalkan negeri yang telah lama dipimpinnya. Keikutsertaan para rakyat memperlambat perjalanan Lui Bey dari kejaran tentara Cao Cao. Walaupun demikian ia tetap menjaga rakyatnya.

Berbeda dengan Cao Coa  kekalahannya dalam perang melawan Zhou Yu setelah kapal angakatan perang habis dibumi hanguskan. Ia memilih membunuh para prajurit yang memperlambat pelarian mereka.

Banyak pelajaran dan stategi perang yang tercantum dalam pengisahan buku Sam Kok ini. Bagi pengemar buku sejarah, buku ini bisa menjadi rekomended. Menceritakan secara dalam bentuk kisah yang sederhana membantu pembaca untuk belajar kebijakan-kebijakan dari masa lalu.

Penulis : Irma

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here