Resensi Buku: Malapetaka Runtuhnya Khilafah

0
34
views

Judul Buku: Malapetaka Runtuhnya Khilafah
Penulis: Abdul Qodim Zallum
Penerbit: Al Azhar Press
Tahun Terbit: 2015
Cetakan: Keempat
Tebal Buku: 236 Halaman

Biografi Penulis

Abdul Qodim Zallum:
Memiliki nama lengkap Abdul Qadeem Bin Yusuf Bin Yunis Bin Ibrahim Al Sheikh Zallum (1924 – 29 April 2003) adalah pemimpin global partai politik Islam Hizb ut-Tahrir, sebuah kantor yang dia pegang sejak 1977 hingga 2003. Beliau lahir pada tahun 1924 di kota Hebron (al-Khaleel) di Palestina. Pada usia 15, ia memperoleh pendidikan dasar dari sekolah al-Ibrahemia di kota al-Khaleel. Untuk tingkat pendidikan yang lebih tinggi, ayahnya memutuskan untuk mengirimnya untuk melanjutkan pendidikannya di Fiqh (hukum Islam) di Universitas Al-Azhar di Kairo pada tahun 1939. Ia diangkat sebagai guru pada tahun 1949 di sekolah-sekolah di Betlehem. untuk jangka waktu dua tahun. Beliau juga menulis sebuah buku berjudul Bagaimana Khilafah Dihancurkan, yang menjelaskan dengan sangat rinci peristiwa yang memaksa jatuhnya umat Muhammad saw. Dia menceritakan beberapa contoh yang berkontribusi pada peristiwa sejarah dan bukunya menawarkan pelajaran untuk mencegah jebakan yang sama terulang kembali.

Latab Belakang Buku

Saat ini, tidak banyak kaum muslim yang mengetahui, bahwa mereka pernah memiliki sebuah institusi politik Islam yang sangat mumpuni dan berwibawa, yakni Khilafah Islamiyah, yang berusia lebih dari 13 abad. Dalam sejarah dunia tidak ada satu institusi politik modern pun yang ideologis bisa bertahan sekian lama, dengan kekuasaan sedemikian luas, dan dengan segudang kemajuan yang pernah diraihnya, selain Khilafah Islamiyah. Dibandingkan dengan adidaya Uni Soviet yang komunis (yang hanya bertahan tidak sampai 100 tahun) atau AS yang kapitalis (yang tidak sampai 200 tahun kini sudah tampak menuai tanda-tanda kehancurannya), maka kebesaran Khilafah yang berbasiskan ideologi Islam jelas sangat luar biasa.

Namun, semua kebesaran Khilafah kini tinggal romantisme sejarah. Khilafah saat ini, lebih dari 80 tahun lalu sudah terkubur. Sayang, sebagian kaum muslim juga tidak paham, bahwa keruntuhan Khilafah bukanlah kejadian ‘alami’, tetapi sebuah peristiwa yang memang sudah direkayasa oleh musuh-musuh Islam puluhan tahun sebelumnya, dengan penuh intrik politik dan konspirasi jahat negara-negara barat, khususnya Inggris; di samping keterlibatan beberapa kalangan di dalam negri yang kemudian menjadi pengkhianat, terutama Mustafa Kemal Attaturk. Buku ini dengan sangat rinci dan kritis menyingkap berbagai intrik politik dan konspirasi jahat musuh-musuh Islam itu terhadap Khilafah hingga Khilafah berhasil dihancurkan.

Membaca buku ini, kita disadarkan betapa dalamnya kebencian musuh-musuh Islam terhadap Islam dan kaum Muslim juga terhadap Khilafah sebagai pengahomnya selama berabad-abad lamanya. Tidak berlebihan, buku ini sangat penting dibaca oleh kaum Muslim, khususnya para pengemban dakwah yang mencita-citakan kembali kejayaan Islam melalui tegaknya kembali Khilafah ar-Rasyidah, yang memang telah dijanjikan oleh ALLAH dan Rasul-Nya.

Gambaran Tentang Isi Buku

Konspirasi negara-negara Eropa melawan negara Islam:
Negara eropa memprofokasi gerakan Wahabi agar melakukan penakhlukan bersenjata terhadap daerah-daerah kaum Muslimin yang mereka anggap telah menyalahi syariat Islam, Inggris juga melakukan konspirasi untuk melawan daulah Islam, dan Prancis melakukan upaya untuk menyerang daulah Islam.

Pengaruh semangat nasionalisme dan sentimen separatisme:
Dalam tubuh kaum muslimin mulai muncula sebuah penyakit yang bernama nasionalisme, mereka mulai menganggap bahwa bangsnya adalah yang lebih baik ketimbang bangsa lain, ditambah adanya upaya-upaya dari mereka (kaum nasionalis) untuk memisahkan diri dari tubuh Khilafah.

Misionarisme dan serangan budaya:
Gerakan pemurtadan mulai muncul di Syam dan mereka melakukan penghasutan terhadap penduduk Syam.

Upaya memasukkan hukum-hukum konstitusi Barat:
Midhat Pasha berupaya menyusun konstitusi daulah Islam dari sistem Barat.

Pengadopsian undang-undang Barat:
Undang-undang Barat mulai dimasukkan dan diadopsi dalam peradilan negara Khilafah, hal ini tidak lepas dari fatwa-fatwa keliru Syaikul Islam yang membolehkan masuknya undang-undang tersebut.

Dampak serangan budaya dan perundang-undangan:
Budaya-budaya barat yang cenderung memanjakan hawa nafsu mulai dihembuskan kepada pemuda-pemuda Islam dan ini merupakan salah satu upaya kaum kafir untuk memecah belah Islam.

◎ Upaya sekutu membujuk Jamal Pasha:
Kemunculan Musthafa Kemal

Mustafha Kemal kembali berupaya memarik mundur daulah dari perang dunia dan menandatangani perjanjian damai dengan Inggris:
Musthafa Kemal yang merupakan pemuja pemikiran Barat mulai melakukan berbagai konspirasi untuk menentang daulah Islam, dan hal ini disadari oleh para petinggi-petinggi daulah Islam.

Daulah Utsmaniyah menyerah:
Inggris menjadikan nasionalisme dan patriotisme sebagai landasan untuk memecah-belah Khilafah.

Upaya Inggris menghancurkan Khilafah melalui aktivitas politik dan intervensi terhadap perundang-undangan:
Inggris berupaya untuk menciptakan kevakuman politik.

Inggris mengubah strateginya:
Inggris berencana menyerahkan Izmir kepada Yunani dan Musthafa Kemal memulai pemberontakannya terhadap Khilafah.

Dukungan Inggris terhadap pemberontakan Musthafa Kemal:
Salah satu caranya adalah Inggris membuat opini umum di masyarakat tentang kebobrokan Khalifah dalam berbagai persoalan luar negri.

Tahap pertama pemberontakan Muthafa Kemal:
Ia melakukan sandiwara dengan tentara Inggris, sehingga seolah-olah Musthafa telah berhasil merebut Samsun dari penjajah, sehingga kepopularitasan Musthafa semakin meningkat.

Musthafa Kemal menjadikan Ankara sebagai markasnya:
Ia mengambil alih kekuasaan Khilafah dan menjadikan Ankara sebagai ibukota sementara daulah Islam.

Musthafa Kemal kembali memberontak:
Inggris muali menduduki Istambul yang merupakan ibukota Khilafah dan rakyat marah kepada Khalifah akibat dukungannya terhadap Inggris.

◎ Pengukuhan pemerintahan Ankara dan hubungan langsung dengan sejumlah negara:
Pemerintah bayangan yang dipimpin oleh Musthafa Kemal diundang oleh negara-negara Barat pada beberapa pertemuan, ini membuktikan bahwa negara Barat mengakui kedaulatan pemerintah bayangan tersebut.

Musthafa Kemal menyiapkan peperangan melawan Yunani:
Yunani merasa dikhianati oleh Barat, maka mereka berinisiatif untuk menyerang Turki terlebih dahulu sebelum mereka yang diserang.

Pemisahan kekuasaan dari Khilafah:
Musthafa berhasil memisahkan kekuasaan dari Khalifah, sehinggah Khalifah hanya sebagai formalitas belaka tanpa memiliki wewenang sedikit pun.

Pukulan mematikam:
Di pagi hari tanggal 3 Maret, Musthafa mengumumkan pemecatan Khalifah dan berdirinya negara sekuler Turki.

Berbagai persoalan utama serta tindakan antara hidup dan mati:
Faktor utama keberhasilan penjajah menghancurkan Khilafah adalah ummat Islam tidak paham persoalan-persoalan utamanaya dan tidak tau tindakan apa yang harus diambil dalam menghadapi persoalan utama tersebut.

Persoalan utama menurut Islam:
Adalah persoalan yang kita dituntut untuk menyelesaikannya baik hidup atau mati.

Menegakkan Khilafah dan hukum ALLAH adalah masalah utama kaum Muslim:
Hal ini ditetapkan berdasarkan hukum syara’ bukan berdasarkan akal.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:
Sangat lengkap dan terperinci, serta menjawab permasalahan utama kaum Muslim dan memberi solusi cemerlang.

Kekurangan:
Bahasan yang kurang terstruktur

Kesimpulan

Dengan runtuhnya Khilafah ummat Islam bagaikan anak ayam kehilangan induk, oleh karenanya menegakkan Khilafah merupakan persoalan utama ummat Islam yang urgen untuk diselesaikan walau harus mengorbankan banyak nyawa.

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here