Kepala Perpusnas RI Buka Diklat Manajemen Perpustakaan dan Diklat Kepala Perpustakaan Sekolah di Makassar

0
152
views

Apakabarkampus.com — Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Drs. Muhammad Syarif Bando, MM membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Perpustakaan dan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepala Perpustakaan Sekolah di Hotel Aryaduta Makassar, Jum’at (22/3) acara ini turut dihadiri plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan, SH, MH, Kepala Dinas Perpustakaan kabupaten/ kota dan sejumlah rektor / direktur perguruan tinggi di Makassar.

Dalam sambutannya pada acara pembukaan pendidikan dan pelatihan (diklat) tersebut, Syarif Bando menegaskan bahwa perpustakaan adalah suatu institusi yang penting. Menurutnya, perbedaan negara maju dan terbelakang cuma satu, negara maju berkutat pada bagaimana berlomba menggali ilmu pengetahuan sebaik-baiknya melalui membaca, karena itu tingkat kegemaran membaca di negara maju pasti jauh lebih baik daripada negara terbelakang.

“Dari perbedaan tingkat kegemaran membaca akan meningkat pada perbedaan tingkat kemampuan literasi, dan dari perbedaan tingkat kemampuan literasi itulah akan terjadi perbedaan tingkat kemampuan memproduksi barang dan jasa, “paparnya, sembari menegaskan bahwa kalau mau lihat negara maju lihat saja bagaimana produksi barang dan jasanya, sedangkan negara terbelakang bagaimana dia masih berkutat pada pertanian semua masih disiapkan alam, bahkan yang disiapkan alam pun tidak cukup memberi kesejahteraan.

“Sekali lagi hidup bertumpuh pada alam identik dengan no maden, sedangkan hidup pada teknologi itu memberikan hasil yang berlipat,” tuturnya.
Tapi ada hal yang paling fundamental menurut putra asal Enrekang ini, antara negara maju dan terbelakang. Begitu negara terbelakang dihadapkan pada dunia ilmu pengetahuan yang namanya baca, orang bilang penting tapi, yang menindaklanjuti pentingnya itu tidak ada. Dicontohkan dalam konstalasi perbutan kekuasaan di level daerah, visi misinya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, begitu terpilih tidak ada anggaran untuk beli buku.

“Karena itulah perlu perpustakaan hadir . Kehadiran perpustakaan nasional dan kita semua bukan sekedar mengolah buku dan menyampaikan buku-buku penting. Tapi kita akan menyampaikan perbedaan-perbedaan institusi peradaban secara fundamental,” jelasnya.

Sementara itu, plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan, SH, MH dalam sambutannya mengatakan pelaksanaan diklat ini merupakan bentuk pembinaan dalam rangka mengoptimalkan fungsi dan peran perpustakaan sebagai wahana kecerdasan bangsa.

Lebih lanjut dijelaskan, penyelenggaraan perpustakaan selain harus ditopang dengan sarana dan prasarana fisik yang memadai juga harus didukung oleh tenaga yang cerdas, terampil dan berdedikasi tinggi. Untuk memenuhi akan tenaga tersebut dibutuhkan pola pembinaan dan pengembangan yang terpadu, sistematis dan berkesinambungan. Salah satu bentuk pembinaan yang dimaksud adalah melalui diklat seperti ini.

Kegiatan dua diklat ini menurut Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Kapusdiklat) Perpusnas RI, Drs. Widiyanto, M.Si, dalam laporannya, dikuti 60 orang peserta. Diklat Manajemen Perpustakaan 30 orang dan juga Diklat Kepala Perpustakaan Sekolah 30 orang, dengan komposisi pengajar sebagian dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel serta instansi terkait lain juga ada beberapa orang dari Jakarta.

Diklat Manajeman Perpustakaan akan berlangsung hingga 29 maret 2019, sedangkan untuk Diklat Kepala Perpustakan sekolah akan berlangsung hingga 3 April 2019. *(naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here