FLP Unismuh Gelar Sekolah Menulis Dengan Materi PUEBI

0
20
views

Apakabarkampus.com – Kemarin telah terlaksana kegiatan literasi berupa TOWR (Training of Writing and Recruitment) pada tanggal 6-7 April 2019, kini FLP (Forum Lingkar Pena) Ranting Unismuh Makassar mengadakan Sekolah Menulis dengan materi PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) yang bertempat di Gedung Iqra’ B Lantai 2 Unismuh Makassar. Ahad, 21 April 2019 pada pukul 14.30 sampai 16.15 waktu setempat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Tetta Sally, Ketua FLP Makassar serta Suhring-Sekretaris FLP Makassar.

FLP Unismuh menghadirkan seorang editor serta pimpinan redaksi CV. MIB Indonesia, Aurora Rahmah sebagai pemateri PUEBI.

“PUEBI merupakan salah satu yang menjadi penilaian utama dalam lomba-lomba kepenulisan nasional. Karenanya, kita harus mengetahui ilmu utama ini,” papar Rahmah, salah satu penggagas Komunitas Pecandu Aksara (PA).

“Yang paling sering saya temukan kesalahan PUEBI saat mengedit naskah yaitu
partikel ‘Pun’, memang di EYD (Ejaan Yang Disempurnakan) semua partikel ‘Pun’ terpisah dengan kata yang mendahuluinya, sedang untuk PUEBI 2015 partikel ‘Pun’ ditulis terpisah juga dari kata yang mendahuluinya, kecuali partikel ‘Pun’ yang merupakan unsur kata penghubung ditulis serangkai, contoh: meskipun, walaupun,” tambah Aurora, Editor MIB Indonesia.

Lanjut Aurora, dalam PUEBI 2015 Kata depan: di, ke, dari, bertemu dengan kata yang menunjukkan keterangan waktu dan tempat itu di pisah, contoh: di tahun 2015, dari sekolah, ke rumah.

“Terdapat kata yang baru dalam PUEBI,
‘sekedar’ sekarang ‘sekadar’.
Pete-pete itu kata yang sudah baku, coba cari di KBBI V sudah ada,” ungkap Pimpinan Redaksi MIB Indonesia.

Penggagas Komunitas PA, Rahmah menyarankan, “Jika ingin mengusai PUEBI, rajin-rajin membaca buku-buku ilmiah, sebab PUEBI banyak diterapkan dalam buku-buku tersebut. Jangan lupa untuk mengakses terus KBBI Daring, karena kita bukan penghapal kamus,” tutur Aurora Rahmah dengan senyum.

Kegiatan Sekmen (Sekolah Menulis) ini merupakan program kerja FLP Ranting Unismuh yang wajib dihadiri oleh para anggota baru.

Sekmen ini akan berlangsung selama 12 pertemuan dengan materi yang berbeda-beda. Tujuannya untuk menambah wawasan mengenai literasi yang akan diakhiri dengan menerbitkan karya bersama nantinya.

“Selama ini, EYD yang sering menjadi sandaran kita dalam membuat karya ternyata telah diperbaharui menjadi PUEBI. Melalui Sekmen kemarin, kita dapat membedakan antara EYD dan PUEBI,” kata peserta kegiatan, Hilyatul Janna dari jurusan Manajemen.(*)

 

Mutiaraa Zah
Anggota FLP Unismuh

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here