4 Hal yang Perlu Diraih Dalam Bulan Ramadhan

0
18
views

Oleh: Ma’arif Amiruddin
Founder Pajokka Event
Praktisi Property Syariah
Aktivis Dakwah Kaffah

 

Bulan Ramadhan telah mengisi hari-hari kita, bulan yang di dalamnya dilipatgandakan segala amalan kebaikan. Namun, sudahkah kita memaksimalkan kesempatan emas ini?

Alangkah ruginya seseorang yang diberi kesempatan untuk mengenyam bulan Ramadhan, namun keluar dari bulan tersebut tidak mendapatkan apa-apa selain kelelahan menahan lapar dan haus. Tentu kita tidak mau seperti itu. Oleh karenanya, manfaatkanlah kesempatan ini sebelum berakhir.

Manfaatkan waktu sehat yang kita miliki untuk melakukan berbagai kebaikan yang mendatangkan pahala, sebelum datang waktu sakit. Manfaatkanlah usia muda, sebelu datang usia tua, manfaatkanlah waktu hidup, sebelum datang kematian. Dan manfaatkanlah waktu luang, sebelum datang waktu sempit.

Ada empat hal yang perlu kita usahakan untuk diraih selama bulan Ramadhan, yaitu:

1. Ampunan dari ALLAH swt.

Tak bisa dipungkiri, manusia adalah makhluk pendosa, tak ada yang tak pernah berbuat dosa (kecuali Rasulullah), namun sebaik-baik manusia adalah yang segera bertaubat ketika berbuat dosa. Apalagi di bulan Ramadhan ini, bulan yang terbuka lebarnya pintu ampunan.

Rasulullah saw. bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi, “Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan berlalu dari dirinya sebelum dosa-dosanya diampuni.”

2. Malam lailatul qadar

Malam ini disebut sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagiamana sabda Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, “Sungguh bulan (Ramadhan) ini telah datang kepada kalian. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang tidak memdapatkan (kebaikan)-nya maka dia tidak mendapatkan kebaikan seluruhnya. Tidak ada yang terhalang dari kebaikan Lailatul Qadar kecuali orang yang bernasib buruk.”

Guru saya pernah berkata, “Di Madinah, ketika sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Anda akan melihat banyak orang yang sibuk beribadah di masjid, tidak ada yang tidur. Mereka semua berlomba-lomba untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar, dan setelah sholat subuh, barulah mereka semua tidur, Anda akan melihat banyak orang yang tergeletak (karena kelelahan) di atas karpet-karpet masjid pada pagi hari.”

Hal ini menunjukkan betapa mereka begitu bersemangat dan berlomba-lomba untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar, lalu bagaimana dengan kita? Saya harap, kita juga bagian dari orang-orang tersebut.

Untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar, bisa dengan melakukan shalat malam, membaca Al-Qur’an dan ibadah-ibadah mahdoh (pribadi) lainnya, intinya berusaha sedekat-dekatnya dengan ALLAH.

3. Memaksimalkan potensi pahala

Sebagaimana yang kami katakan di atas bahwa salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah dilipatgandakannya amal kebaikan.

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah  mengatakan, “Sebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh ALLAH pada hamba-Nya. ALLAH pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.”

Maka sepantasnylah kita memaksimalkan diri untuk meraih potensi pahala yang luar biasa, yang tidak akan kita jumpai di bulan-bulan lainnya.

Tentu kita sepakat bahwa orang yang cerdas, ketika melihat potensi manfaat bagi dirinya, ia akan mengupayakan agar bisa meraihnya.

Dan saya rasa Anda adalah orang yang cerdas, maka manfaatkanlah kesempatan yang diberikan ALLAH ini dengan sebaik-baiknya, dan tentu kita harus tetap berusaha memperbaiki dan meluruskan niat agar ibadah ini dapat diterima oleh-Nya.

4. Meraih predikat taqwa

Salah satu hikmah berpuasa adalah agar manusia mencapai kedudukan taqwa, yakni kedudukan yang mulia di sisi Sang Pencipta, dan ini tentu bentuk cinta ALLAH kepada hamba-hamba-Nya, Ia mewajibkan puasa agar hamba tersebut dekat dengan-Nya.

ALLAH swt. berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana puasa itu pernah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa.”

Puasa itu tidaklah memberatkan manusia, bahkan menyehatkan bagi tubuh manusia. Tapi, tentu kita harus meniatkan bahwa kita berpuasa karena diperintahkan oleh ALLAH, bukan karena mau sehat, mau dipuji orang, malu kalau tidak puasa dan berbagai kepentingan-kepentingan dunia lainnya. Kita harus membersihkan niat, agar puasa yang kita lakukan tidak sia-sia.

Semoga kita semua, setelah keluar dari bulan Ramadhan, dosa kita telah diampuni dan kita telah mendapatkan gelar baru di sisi ALLAH swt., yakni sebagai orang-orang yang bertqwa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here