Perpustakaan Nasional Gelar Bimtek Asesor se Sulawesi di Makassar

0
126
views

Apakabarkampus.com – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Asesor Perpustakaan untuk wilayah Sulawesi di Hotel Aryaduta Makassar.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari (17-20/6) dibuka Kepala Perpustakaan Nasional RI yang diwakili Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Drs. Deni Kurniadi, M. Hum, Senin (17/6).

Acara tersebut juga dihadiri Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Hasan Sijaya, SH, MH dan pemateri dari Perpustakaan Nasional RI.

Dalam sambutannya se saat sebelum membuka acara tersebut, Deni menjelaskan kegiatan Bimtek ini didesain dalam rangka memperkuat pengelolaan sumber daya manusia di bidang perpustakaan yang profesional di Indonesia.

Lebih lanjut ditegaskan, salah satu indikator kerja Perpustakaan Nasional, adalah seberapa banyak perpustakaan yang terakreditasi. Untuk saat ini jumlah perpustakaan yang ada di Indonesia mencapai 236.602 dan menurut salah satu survei internasional jumlah tersebut adalah terbesar ke dua di dunia setelah India. Hanya saja, dari 236.602 perpustakaan yang terakreditasi baru 846, atau 0,35 persen dari jumlah perpustakaan yang ada.

Menurutnya, setiap tahun Perpustakaan Nasional telah menargetkan 900 perpustakaan yang akan diakreditasi, namun realisasinya di lapangan tidak sampai 50 persen, salah satu penyebabnya keterbatasan jumlah asesor, di samping itu ketidaksiapan lembaga perpustakaan untuk diaktreditasi.

Oleh karena itu sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut, lanjut Deni, Perpustakaan Nasional memandang perlu untuk melaksanakan Bimbingan Teknis Asesor yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia. Untuk wilayah Sulawesi di pusatkan di Makassar dan diikuti 50 orang peserta dari lima provinsi, masing-masing Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Provinsi Gorontalo.

“Dengan terlaksananya Bimtek ini, maka nantinya diharapkan provinsi dapat membantu mempersiapkan perpustakaan yang akan diakreditasi. Sehingga jumlah perpustakaan
yang diakreditasi dapat mencapai target bahkan melebihi target yang ditetapkan di setiap provinsi, “ jelas Deni, sembari menambahkan setelah mengikuti Bimtek ini nantinya para peserta akan melakukan pendataan perpustakaan di wilayahnya masing-masing, dan sekaligus melakukan bimbingan dan pembinaan penyiapan kelengkapan administrasi dan kelengkapan lainnya untuk persipan akreditasi.

“Sebagai salah satu upaya untuk menyiapkan calon asesor, tahun depan peserta yang telah mengikuti Bimtek akan diikutkan dalam Diklat untuk Asesor Perpustakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya menyambut baik pelaksanaan Bimtek ini. Dalam sambutannya secara khusus Hasan Sijaya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI yang senantiasa menempatkan pelaksanaan kegiatan Perpustakaan Nasional di Sulawesi Selatan khususnya di Makassar. Tentu saja ini akan membawa pengaruh positif terhadap kemajuan pembangunan di daerah ini.

Kepada para peserta Bimtek, Hasan Sijaya berharap kiranya dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Karena melalui kegiatan ini, tentu saja para peserta memperoleh tambahan pengetahuan dan kompetensi yang pada gilirannya dapat mendorong kemajuan perpustakaan di wilayahnya masing-masing. (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here