STIE Nobel Indonesian Lahirkan 261 Wisudawan(ti) Baru

0
21
views

Apakabarkampus.com – STIE Nobel Indonesian sejak didirikan pada tahun 1999 hingga hari ini telah melaksanakan Wisuda Sarjana ke XIII dan Pascasarjana ke V dan telah melulusakan 1.569 orang.

Pada hari ini, Rabu (19/6) pagi, bertempat di Sandeq Ballroom, Hotel Claro, jl. A. P. Pettarani, Makassar, STIE Nobel Indonesian mewisuda 261 orang yang terdiri dari 164 lulusan sarjana manajemen, 53 sarjana akuntansi serta 44 lulusan magister manajemen (S2).

Dalam acara ini juga dirangkaikan dengan penganugerahan Nobel Entrepreneur Award 2019 yang terdiri dari 6 kategori, diantaranya Government Entrepreneur, Business Entrepreneur, Young Entrepreneur, Social Entrepreneur, Alumni Pengusaha dan Mahasiswa Pengusaha.

Dalam sambutannya, Ketua STIE Nobel Indonesia bapak dr. H. Mashur Razak, SE. MM. mengatakan bahwa STIE Nobel Indonesian telah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi entrepreneurship, yaitu pengetahuan dasar berbisnis, pengelolaan bisnis, inovasi dan pengembangan bisnis serta analisa bisnis. Selain itu setiap mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan magang sebanyak 3 kali pada berbagai perusahaan yang disesuaikan dengan minat bisnis mahasiswa.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa sampai tahun akademik 2018-2019 STIE Nobel Indonesian telah memiliki 75 orang dosen tetap yang terdiri dari dosen tetap yayasan dan dosen kopertis dipekerjakan dengan kualifikasi 1 orang guru besar, 29 orang doktor dan 45 orang magister.

Sambutan selanjutnya dibawakan oleh Koordinator Kepala LLDikti Wil. IX Sulawesi Bapak Prof. Jasruddin, beliau menyinggung persoalan terkait ‘buta huruf’ era millenial.

“Kalau dulu buta huruf itu orang yang tidak bisa membaca, namun sekarang ini Proffessor pun bisa terkena buta huruf, yakni jika ia buta dengan tekhnologi.” Paparnya.

Beliau juga mengatakan bahwa kayalah selagi muda, untuk kaya harus jadi pengusaha bukan pegawai negri.

Disela-sela acara juga diadakan penandatanganan MoU anata STIE Nobel Indonesian dan Pemerintah Kota Pare-Pare yang langsung dihadiri oleh Walikota Pare-Pare H. Taufan Pawe, S.H, M.H.

Beliau bahkan meminta STIE Nobel Indonesia untuk membuka kelas di Pare-Pare sebab STIE Nobel dianggap sesuai dengan pendekatan beliau dalam membangun kota Pare-Pare, yakni pendekatan entrepreneur.

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here