Hasan Sijaya Berharap Perpustakaan di Sulsel Bisa Jadi Percontohan

0
40
views

Apakabarkampus.com — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Moh. Hasan Sijaya, SH, MH, berharap perpustakaan di Sulawesi Selatan ini akan menjadi percontohan bagi daerah lain, oleh karena itu pihaknya terus melakukan berbagai upaya pembenahan, termasuk di ruang layanan. Sedikit demi sedikit ruang layanan yang ada di Perpustakaan Sulawesi Selatan kita rubah dengan tampilan yang lebih baik, guna memberi kenyamanan kepada pemustaka dan menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.

Pernyataan itu disampaikan Hasan Sijaya, pada acara pembukaan Bimbingan Teknik (Bimtek) Tenaga Pengelola Perpustakaan Seluruh Provinsi di Indonesia, yang dilaksanakan atas kerja sama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel di Hotel Horisan Ultima Makassar, Rabu (26/6).

Kegiatan Bimtek yang berlangsung selama dua hari ini (26-27/6), diikuti 200 orang peserta pengelola perpustakaan dari perpustakaan provinsi, perpustakaan kabupaten/kota, perpustakaan sekolah, perpustakaan desa dan kelurahan serta perpustakaan komunitas.

Kepala Perpustakaan Nasional RI diwakili pustakawan utama, Dra. Fatmi, SS, M.Si dalam sambutannya pada acara pembukaan Bimtek tersebut menegaskan, perpustakaan memiliki posisi sangat strategis dalam proses pendidikan nasional Indonesia. Hal itu karena perpustakaan berperan besar dalam melayani kebutuhan manusia sebagai tempat dan sarana belajar sepanjang hayat, sehingga masyarakat menjadi cerdas.

Menurutnya, perpustakaan dapat mengambil peran bukan hanya sebagai pusat informasi tetapi lebih dari itu, perpustakaan harus bertransformasi menjadi tempat pengembangan diri masyarakat agar dapat menjelma menjadi masyarakat cerdas dan mampu meningkatkan kesejahteraannya.

Mengingat peran yang sangat penting tersebut, maka perpustakaan harus dikelola secara profesional dan terbuka bagi semua kalangan sehingga dapat mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan dan dapat diukur capaian kinerjanya bagi kesejahteraan masyarakat, oleh sebab itu perpustakaan harus bertransformasi pada tiga aspek.

Aspek pertama menurut Fatmi adalah koleksi. Perpustakaan bukan hanya sebagai gudang buku, tetapi berubah menjadi pusat informasi. Koleksi perpustakaan tidak hanya medium cetakan, tetapi harus multi format sesuai perkembangan TIK seperti format digital dan elektronik yang dapat diakses secara online.

Transformasi selanjutnya adalah layanan perpustakaan yang tidak hanya mengandalkan layanan konvensional seperti layanan pinjam dan membaca di tempat, tetapi layanan perpustakaan seharusnya tidak terbatas ruang dan waktu dan mengembangkannya sesuai dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Aspek ketiga, perpustakaan yang akan bertransformasi harus menyiapkan pustakawannya menjadi SDM yang multi tasking atau memiliki berbagai keahlian dan siap menjadi agen perubahan untuk mewujudkan transformasi tersebut.

“Untuk itu kompetensi pustakawan juga harus ditingkatkan. Hal tersebut sesuai dengan tagline Perpustakaan Nasional RI yang diluncurkan pada awal tahun 2029 yakni Pustakawan berkarya mewujudkan perpustakaan berbasis inklusi sosial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, imbuhnya.

Mengingat pentingya peran pustakawan tersebut, maka Perpustakaan Nasional menganggap penting diselenggarakannya Bimbingan Teknis bagi Tenaga Pengelola Perpustakaan ini.

Pernyataan senada juga disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Hasan Sijaya. Menurutnya, untuk mengoptimalkan fungsi dan peran perpustakaan sebagai salah satu wahana pencerdasan bangsa, maka perpustakaan harus dikelola secara profesional sesuai kaidah dan standar penyelenggaraan perpustakaan yang berlaku.

Untuk itu, penyelenggaraan perpustakaan selain harus ditopang dengan ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, juga harus didukung oleh tenaga pengelola perpustakaan yang terampil dan berdedikasi tinggi.

“Untuk mewujudkan hal itu, diperlukan pola pembinaan dan pengembangan tenaga yang terpadu, sistematis dan berkesinambungan, salah satu bentuk pembinaannya melalui bimtek ini,” kuncinya. *(naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here