Chaidir Syam, Politisi Anti Pseudo Literasi

0
86
views

Apakabarkampus.com — Salah satu kekuatan yang membuat sebuah daerah bertahan hingga saat ini adalah karena nilai-nilai kearifan lokal dan budaya konten lokal tetap mendapat perhatian besar bagi Pemerintah Kabupaten dan DPRD perlu menjadi skala prioritas. Kita ini masih bertahan sampai saat ini karena mampu menjaga dan merawat nilai-nilai kearifan lokal dan kebudayaan daerah. Salah satu caranya dengan menumbuhkan tradisi membaca dan menulis yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan yang ada. Seruan dan ajakan membaca tak sekadar retorika dalam kegiatan seremoni. Namun yang paling penting adalah menggerakan literasi sebagai gerakan semesta yang memassal dalam berbagai kesempatan.

“Kami bersyukur karena Pak H.A.S. Chaidir Syam, Ketua DPRD Kab. Maros punya semangat memperjuangkan gerakan literasi bukan sekadar bicara, tapi diwujudkan dalam kerja nyata. Mendukung gerakan literasi dimulai dari diri sendiri, diwujudkan dalam karya nyata, bukan sekadar pseudo literasi,” kata Tokoh Penggerak Literasi Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma saat berdiskusi bersama Pengurus Daerah BKPRMI Kab. Maros, Selasa (2/7) di Maros.

Menurut Sekjend Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini, kita butuh figur politisi yang mendukung gerakan literasi di daerah-daerah. Karena hanya dengan dukungan para politisi dalam memperjuangkan hadirnya regulasi Perda membaca dan manulis di setiap kabupaten kota bisa menjadi urat nadi peradaban.

“Kami memberi apresiasi yang besar kepada Pak Chaidir Syam yang telah memulai memperjuangkan literasi di Kab. Maros dengan tersruktur dan terencana,” kata BAK.

Sementara itu, Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kab. Maros, Rudy Mulyawan menilai kalau Chaidir Syam memiliki hubungan historis dengan keberadaan pemuda remaja masjid di Kab. Maros. Ia menilai, Chaidir Syam sosok pribadi pemimpin yang selalu terbuka dengan gerakan-gerakan anak muda di Kab. Maros.

“Kami berharap Pak Chaidir Syam memperjuangkan hadirnya regulasi literasi kedepan dengan mewajibkan membaca buku bagi anak-anak di sekolah sekaligus regulasi yang melarang anak-anak sekolah bermain HP pada jam-jam belajar maupun jam-jam belajar mengaji di masjid maupun di setiap sekolah,” kata Rudy.

Menurut Rudy, keberpihakan Chaidir Syam terhadap BKPRMI Maros tak diragukan lagi. Apalagi beliau adalah salah seorang dewan pembina BKPRMI di Maros. “Kami berharap kedepan Pak Chaidir Syam lebih optimal mendukung BKPRMI Kab. Maros terutama pelatihan kader sampai ke desa-desa. “Kami bersyukur karena selama ini pribadi Chaidir Syam selalu hadir menjadi pembuka jalan sekaligus penyejuk setiap persoalan yang dihadapi oleh BKPRMI Maros”, kunci Rudy. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here