Duta Baca Sulsel dan Penggiat Literasi Buka Kelas Pengembangan Diri Public Speaking dan Desain Grafis di Perpustakaan

0
63
views

Apakabarkampus.com — Duta Baca Sulawesi Selatan Rezky Amalia Syafiin, SH berkolaborasi dengan Penggiat Literasi yang juga seorang Penerbit Buku, Galang Pratama, SH menggelar kegiatan pelatihan dan pembinaan masyarakat melalui Kelas Pengembangan Diri Public Speaking dan Desain Grafis di ruang Layanan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Jl. Sultan Alauddin Km 7 Tala’salapang Makassar.

Kegiatan yang difasilitasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov. Sulsel ini gratis, dan merupakan bagian dari Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

Dalam penjelasannya di hadapan para peserta, sebelum acara ini dibuka, Kamis (4/7). Koordinator Pustakawan Sulsel, Syamsul Arif, S.Sos, M.A, menjelaskan, sekarang ini paradigma perpustakaan sudah mengalami perubahan. Perpustakaan bukan lagi hanya tempat untuk membaca dan meminjam buku, tetapi perpustakaan saat ini sudah bertransformasi melakukan layanan berbasis inklusi sosial, yaitu perpustakaan menjadi pusat informasi dan tempat masyarakat untuk berkegiatan dalam upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraannya.

“Apa yang dilakukan Duta Baca Sulsel bersama penggiat literasi, dengan membuka kelas pengembangan diri Public Speaking dan Desain Grafis di Perpustakaan ini, sesungguhnya adalah bentuk nyata dari transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang sedang dikembangkan pemerintah saat ini,” tegasnya, sembari menambahkan bahwa di Sulsel saat ini, kegiatan transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial seperti ini dikembangkan secara bertahap di beberapa kabupaten sampai ke desa-desa.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel yang diwakili Pustakawan Madya Drs. H. Syahruddin Umar, M.M, sangat mengapresiasi dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini.
“Kegiatan seperti ini akan memberi dampak yang positif terhadap pengembangan potensi diri, peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Oleh, karena itu, mantan pejabat eselon III di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel yang beralih menjadi pejabat fungsional pustakawan ini berharap, kegiatan seperti ini dapat dikembangkan dengan membuka kelas- kelas keterampilan dan pengembangan potensi diri lainnya, yang dibutuhkan masyarakat. Seperti, kelas bahasa Inggris, kelas menulis dan lain-lain.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi provinsi lain dan bisa ditularkan ke kabupaten/ kota,” harapnya.

Antusias masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Buktinya menurut Duta Baca Rezky Amalia, hanya dua- tiga hari setelah informasi pembukaan kelas pengembangan diri ini diumumkan melalui medsos, jumlah pendaftarnya dari berbagai kalangan masyarakat sudah membeludak.

“Sekarang yang mendaftar sudak lebih dari 50 orang. Sementara untuk efektifitas kegiatan ini, kami membatasi peserta hanya 15 orang satu kelas. Insya Allah ke depan kami akan membuka kelas baru lagi,” ujar Rezky, seraya menambahkan pertemuan untuk kelas Public Speaking akan dilaksanakan setiap hari Kamis dan kelas Desain Grafis setiap hari Jumat dan akan dilaksanakan selama delapan kali pertemuan setiap kelas. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here