Awas Jadi Pengangguran (bag. 1)

0
162
views

Oleh: Seftian Chow
Business Consultant
Public Speaker

 

Pengangguran kini menjadi hal yang lumrah ditemui, bukan karena keinginan tapi karena ketersediaan lapangan kerja tidak mampu menyeimbangkan laju angkatan kerja di jaman now ini, memang fenomena pengangguran bukan ada di jaman now saja tetapi sejak negara tercinta ini ada, cuma angka dijaman now merupakan angka yang tidak bisa dipandang enteng.

Memangnya kenapa dengan pengangguran? Karena kita tidak tahu dampaknya, ini yang akan semakin berbahaya. Berbicara dampak pengangguran, hal ini bisa meningkatkan tingginya angka kriminalitas, banyaknya generasi nyinyir dan masih banyak lagi. Walau semua bukan ulah pengangguran namun semakin tinggi angkanya sumbangan ke pekerjaan-pekerjaan baru yang berdampak negatif akan semakin tinggi.

Baik, jika membahas dampak buruk pengangguran tidak akan ada habisnya, tulisan ini didedikasikan untuk siapa saja yang bersiap untuk tidak masuk dalam jajaran pengangguran. Semuanya bisa dipersiapkan selagi kita mau dan siap menjadi lebih baik. Diperusahaan yang sedang kami kembangkan, kami mencari para pengangguran untuk
difasilitasi mendapatkan pekerjaan, hampir setiap bulannya kami memproses puluhan sampai ratusan lamaran yang masuk yang terkadang hanya membutuhkan 1 – 2 orang. Semakin tinggi gaji yang disiapkan semakin sibuk pula kami memproses banyaknya lamaran.

Setelah sekian banyak pengangguran yang kami wawancara ada beberapa intisari yang kami dapat yang sekiranya mereka miliki mereka tidak akan menganggur serta mencari kerja kesana kemari. Sebelum masuk dalam dunia kerja sebaiknya Anda mempersiapkan 3 hal dibawah ini:

Yang pertama adalah skill atau keahlian, ada baiknya kami meluruskan dulu antara pengetahuan dan keahlian. Banyak disaat ini orang memiliki pengetahuan namun mengaku-ngaku memiliki keahlian. Disini masalah bermula karena mengaku punya keahlian, setelah diberikan kesempatan kerja karyawan baru tadi tidak bisa mempertanggung jawabkan keahliannya itu. Saat itu terjadilah masalah, beruntungnya jika sang pemilik usaha memaklumi dan memberikan kesempatan kepada karyawan baru tadi namun tidak jarang juga ketika keahlian yang dimiliki tidak bisa dipertanggung jawabkan si karyawan tadi langsung dipecat, hehe. Ini kasus klasik, apalah lagi karena diawal menjanjikan memiliki skill karenanya ia meminta gaji yang tinggi. Keahlian yang kami maksud adalah proses belajar dan latihan terus menerus yang menjadi kebiasaan sehingga mampu melahirkan sebuah hasil atau produk yang berkualitas, ingat, keahlian adalah proses belajar dan praktek terus-menerus hingga bisa. Sedangkan pengetahuan hanyalah berasal dari proses belajar baik langsung dari sekolah, kuliah, seminar, pelatihan berguru ke para ahli atau pengetahuan dari proses belajar tidak langsung yaitu belajar secara online lewat google atau yang paling mudah youtube. Bedanya, pengetahuan dan keahlian sebenarnya hanya dijam terbang atau kesempatan berlatih namun ini memiliki perbedaan besar. Karena ketika Anda hanya bekerja bermodalkan pengetahuan, kegagalan percobaan Anda diawal akan ditanggung oleh perusahaan, mereka mempekerjakan anda sebenarnya untuk Anda berhasil dan melejetikan perusahaan, mereka tidak siap ketika Anda gagal karena itu akan memundurkan langkah besar perusahaan yang mereka bangun.

Baik, selanjutnya bagaimana menaikkan level dari tahu (pengetahuan) menjadi bisa (keahlian). Jawaban sederhananya adalah praktek, benar Anda harus menjalankan pengetahuan Anda untuk menghasilkan sesuatu yang berharga dan bernilai tinggi. Misalkan Anda memiliki pengetahuan dasar tentang Photography mulailah mencari kamera atau menabung bahkan pinjam, fokuskan hasil foto Anda terhadap bidang tertentu makanan misalkan, spesialisasi foto pra wedding, bahkan pemandangan indah masih dan banyak lagi.

Ketika Anda rasa hasil Anda bagus ikutlah kompetisi atau sebagainya, kenapa mesti mengikuti kompetisi? Ini berguna untuk mengukur seberapa baik karya yang kita hasilkan. Karena kalau pakai perasaan, karya yang kita hasilkan tidak pernah buruk, hehe. Setelah Anda bisa menjuarai beberapa kompetisi atau bahkan hasil karya Anda bisa dijual, bisa dipastikan Anda telah memiliki keahlian dasar yang mungkin bisa Anda pertanggung jawabkan ketika bekerja nanti. Kabar baiknya semakin baik hasil karya dari keahlian maka makin leluasa Anda meminta gaji yang akan Anda terima.

Tak terasa telah menguraikan terlalu panjang, tulisan ini saya bagi menjadi 3 semoga para pembaca semua berkenan membaca 2 bagian lanjutannya. Serta saya doakan agar semua pembaca artikel ini hidup bahagia tanpa harus menjadi pengangguran. Karena selelah-lelahnya bekerja masih lebih lelah ketika menganggur. Salam Bahagia Selalu.

 

Editor:
Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here