Hasan Sijaya: Pustakawan Harus Biasakan Diri untuk Membaca Minimal 20 Menit Setiap Hari

0
33
views

Apakabarkampus.com — Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Prasertifikasi Kompetensi Pustakawan, di aula Gedung eks Perpustakaan Multimedia Sulsel di Makassar, Selasa (30/7).

Kegiatan yang diikuti sekitar 60 orang pustakawan dari berbagai jenis perpustakaan di Sulawesi Selatan ini, dibuka oleh Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Moh Hasan, S.H., M.H. Turut hadir pada acara pembukaan tersebut, Kepala Bidang Pembinaan Perpustakaan Drs. H. Andi Ahmad Saransi, M.Si, Narasumber dari Lembaga Sertifikasi Profesi Pustakawan Utami B. Hariadi, S.S., M.Lib dan Narasumber dari Perpustakaan Nasional RI Indra Astuti, S.S., MP.

Dalam sambutan dan pengarahannya di hadapan para peserta prasertifikasi ini, Kadis Moh. Hasan mengatakan bahwa pustakawan sekarang ini di tahun 2019 cukup seksi. Banyak pejabat struktural yang berpindah menjadi pustakawan karena para pustakawan sudah mulai memperlihatkan kemampuannya, mulai memperlihatkan kompetensinya bahwa saya ada, saya kerja.

“Tingkat kesejahteraan pustakawan juga tidak jauh berbeda dari pejabat struktural, dan hebatnya lagi pustakawan lebih cepat naik pangkat dari pada saya, bahkan sekarang ini ada beberapa orang pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel yang pangkatnya sama dengan pangkat saya,” papar Hasan.

Kegiatan prasertifikasi ini menurut Hasan, adalah bentuk legitimasi pemerintah, Perpustakaan Nasional dan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulawesi Selatan untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi para pustakawan agar lebih fokus dan terukur dalam bekerja. Oleh karena itu ia menegaskan kepada para pustakawan, untuk terus belajar menambah ilmu dan kemampuannya.

“Bangaimana kita bisa melakukan sosialisasi terkait minat baca, sosialisasi tentang deposit dan lain-lain, kalau kemampuan kita terbatas, pegang buku saja tidak pernah, yang lebih banyak dipegang adalah handphone,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut Hasan, Mulai sekarang mindset kita harus dirubah.
“Karena anda pustakawan setidaknya tangan ini menyentuh buku setiap hari, mata ini selalu membaca, minimal dalam waktu dua puluh menit saja setiap hari. Biasakan ini,” tegasnya.

Usai acara pembukaan, kegiatan Prasertifikasi Kompetensi Pustakawan ini dilanjutkan dengan pemaparan materi Serifikasi Profesi Pustakawan oleh Utami B. Hariadi, S.S., M.Lib dan pemaparan materi Teknis Sertifikasi Pustakawan oleh Indra Astuti, S.S., MP, dipandu moderator Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif, S.Sos, M.A.* (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here