Istiqomah di Zaman Now

0
29
views

Oleh: Ma’arif Amiruddin
Founder Pajokka Event
Public Speaker
Praktisi Property Syariah

 

 

Istiqomah dalam melaksanakan ketaatan di jaman now ini rasa-rasanya begitu sulit, Rasulullah saw. jauh-jauh hari memang telah mengabarkan bahwa akan datang suatu kaum yang apabila ia berpegang teguh pada agamanya, ibarat sedang memegang bara api. Mungkin seperti itulah kondisi saat ini.

Orang-orang begitu mudah melakukan kemaksiatan, dimana-mana ada peluang untuk bermaksiat, bahkan sampai jika seseorang bersembunyi di dalam lemarinya, disitu juga ada peluang untuk bermaksiat (lewat HP).

Salah satu bentuk kemaksiatan besar yang dianggap sepele adalah riba. Riba di jaman ini dialihbahasakan menjadi bunga, seakan-akan indah, padahal sangat-sangat buruk. Bayangkan saja, perbuatan riba yang paling ringan saja, dosanya seperti menzinahi ibu kandung sendiri, na’udzubillah. Secara paradigma umum saja, berzina dengan ibu sendiri adalah pekerjaan paling kotor, yang ateis pun beranggapan bahwa itu perbuatan bejat. Lantas sekarang, riba bak debu yang beterbangan, sangat sulit dihindari.

Itulah mengapa, di awal tadi kami mengatakan bahwa istiqomah itu sulit, godaan ada dimana-mana, aurat wanita bertebaran hampir disepanjang jalan.

Secara bahasa istiqomah berarti itidal (lurus), lawan dari iwijaj (bengkok). Imam an-Nawawi di dalam Riyadh ash-Shalihin mengatakan, “Para ulama berkata, istiqomah adalah luzum ath-thaah (konsisten dalam ketaatan).

Di dalam Hasyiyah as-Sindi ala Sunan Ibn Majah disebutkan bahwa istiqomah adalah mengikuti kebenaran dan menegakkan keadilan serta menetapi manhaj yang lurus. Tentu dengan melaksanakan semua yang ALLAH swt perintahkan dan menjauhi semua yang Dia larang. ALLAH swt. berfirman dalam QS. Hud ayat 112:

“Karena itu beristiqomahlah sebagaimana kamu diperintah ….”

Rasulullah saw. pun pernah bersabda kepada Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi ra. “Katakan, ‘Aku beriman kepada ALLAH.’ Lalu beristiqomahlah!” (HR. Muslim dan Ahmad).

Untuk tetap istiqomah memang memerulakan ketaqwaan individu, namun akan lebih mudah lagi jika dibarengi oleh ketaqwaan masyarakan dan yang lebih hebat lagi jika ada ketaqwaan negara. Negaralah yang akan “memaksa” kaum muslimin untuk tidak berbuat kemaksiatan, negara pulalah yang akan menjaga darah dan kemuliaan kaum muslimin agar tidak dilecehkan oleh bangsa-bangsa lain. Dan itu akan mustahil jika yang menjadi sistem mengatur negara adalah ideologi kapitalis demokrasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here