Ratusan Mahasiswa Aksi Kecam Rektor IAIN Kendari

0
361
views

Apakabarkampus.com – Ratusan mahasiswa hadir dalam barisan APMMM(Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Makassar) di bawah flyover sedang melakukan aksi simpati terhadap Hikma Sanggala yang telah di-DO oleh rektor kampus IAIN(Institut Agama Islam Negeri) Kendari. Makassar, Senin (9/09).

Dalam aksi tersebut, ratusan mahasiswa ini menuntut keadilan untuk Hikma Sanggala yang telah di-DO(drop out) dari kampusnya dengan cara tidak hormat. Pasalnya, Hikma Sanggala diduga terkait dengan organisasi terlarang menurut rektor IAIN Kendari.

Sementara menurut penuturan ketua APMM Muhammad Yunus yang biasa disapa Yunus, organisasi yang diduga terlarang dan aliran sesat oleh rektor IAIN adalah salah dan itu bisa diduga sebuah ujaran kebencian, fitnah serta dapat mencemarkan nama baik organisasi.

“Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh rektor itu tidaklah benar, sebab kalau organisasi yang dimaksud itu adalah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), maka itu sungguh fitnah keji dan pencemaran nama baik, sebab HTI bukan organisasi terlarang, dan sampai saat ini tidak ada undang-undang yang menyatakan bahwa HTI organisasi terlarang,” ucap Muhammad Yunus selaku ketua Aliansi APMM.

Menurut Yunus, bahwa paham radikalisme yang dimaksud Rektor IAIN juga tidak jelas. Apabila yang dia maksud radikal adalah mendakwahkan syariat Islam dan khilafah, maka kami nyatakan ‘anda wajib takut di hadapan Allah Azza wa jalla’ karena kami mahasiswa sudah meneliti dengan sangat jelas bahwa syariat Islam bagi Umat Islam adalah harga mati, dan Khilafah adalah bagian dari syariat Islam, tuturnya.

Selanjutnya kata Yunus, bahwa tuduhan terbukti sebagai anggota, pengurus dan atau kader organisasi terlarang oleh pemerintah, merupakan tuduhan sembrono karena tidak jelas organisasi mana dan keputusan pemerintah yang mana.

Menurut Yunus, mestinya pihak kampus harus lebih dulu melakukan pembinaan, diskusi dan klarifikasi sebelum mengambil keputusan DO.

“Semestinya pimpinan kampus membina dulu, membimbing dan mengayomi mahasiswa, diskusi dan klarifikasi seharusnya di kedepankan bukan kemudian dilakukan tindakan yang dapat menghilangkan hak pendidikan, yang merupakan hak dasar seluruh warga Negara Indonesia,” lanjutnya.

Selanjutnya, kata Ketua APMM, kami nyatakan, bahwa sikap Rektor IAIN Kendari yang men-DO Hikma Sanggala ini merupakan tindakan yang zalim dan diktator. Kemudian kami meminta agar pihak kampus mengembalikan hak pendidikan saudara Hikma Sanggala, dengan berbagai fakta yang ada, tidaklah bersalah dari berbagai tudingan yang tidak jelas dasarnya, ucap Yunus.

Ketua APMM pun menegaskan bahwa segala bentuk persekusi terhadap mahasiswa harus dihentikan.

“Stop segala bentuk persekusi dan tekanan terhadap suara kritis intelektual mahasiswa, karena sejatinya, suara kritis mahasiswa tidak lain dan tidak bukan adalah untuk perbaikan negeri kita, apalagi sejarah bangsa ini bisa merdeka dan bergerak maju, tidak bisa lepas dari peran mahasiswa,” pungkasnya. (Adji)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here