Dinas Perpustakaan Gelar Stakeholder Meeting Dorong Penguatan Literasi untuk Kesejahteraan di Sulsel

0
76
views

Apakabarkampus.com — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional RI melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial melaksanakan kegiatan Stakeholder Meeting (SHM) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2019, di Hotel Aryaduta Makassar, Selasa- Rabu (10-11/09).

Kegiatan yang dibuka Sekda Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili asisten Administrasi Drs. H. Tautoto TR, M.Si ini diikuti peserta dari berbagai stakeholder diantaranya, Bappeda Provinsi Sulsel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sulsel, Dinas Komimfo Provinis Sulsel, Dinas Koperasi Provinsi Sulsel, Tim Penggerak PKK Sulsel, tim sinergi provinsi, unsur perguruan tinggi, media massa, lembaga non pemerintah, Dinas Perpustakaan Kabupaten penerima manfaat Soppeng, Maros dan Bone, perwakilan pengelola perpustakaan desa dan kepala desa penerima manfaat program serta perwakilan impact /dampak (orang yang berubah hidupnya karena mendapatkan manfaat dari layanan perpustakaan).

Kepala Perpusnas RI yang diwakili pustakawan utama Drs. Yoyo Yahyono, M.Si dalam sambutannya pada acara pembukaan SHM ini mengatakan bahwa literasi mempunyai peran penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat, dan perpustakaan mempunyai peran penting dalam meningkatkan literasi masyarakat. Atas dasar itulah, Perpustakaan Nasional sebagai pembina semua jenis perpustakaan dengan dukungan dari Bappenas berinisiatif untuk melakukan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang menjangkau sampai kepada masyarakat di pedesaan. ini menurutnya, bertujuan untuk memperkuat peran perpustakaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui peningkatan kemampuan literasi yang meningkatkan kreativitas masyarakat dan mengurangi kemiskinan akses informasi.

Melalui program transformasi ini, perpustakaan diharapkan dapat menjadi pusat bagi masyarakat untuk berkegiatan dan terkoneksi satu dengan yang lain sehingga terjadi proses belajar yang mendorong kesempatan untuk menciptakan inovasi dan kreativitas yang positif dan produktif di antara masyarakat itu sendiri.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sangat mengapresiasi program transformasi ini. Dalam sambutannya sesaat sebelum membuka kegiatan SHM provinsi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan mengatakan, program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini sangat sejalan dengan visi dan misi pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang inovatif, produktif, kompetitif, inklusif dan berkarakter.
Dijelaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan saat ini terus mendorong peningkatan pembangunan sumber daya manusia yang kompetitif dan inklusif, di samping itu upaya untuk peningkatan produktivitas dan daya saing produk sumber daya alam yang berkelanjutan terus dilakukan melalui pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif.

“Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pemberdayaan perpustakaan harus dimaksimalkan. Apalagi di era kemajuan teknologi informasi saat ini, perpustakaan harus mengambil peran menjadi pusat informasi bagi masyarakat,” tegasnya.

Meski program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial ini baru sekitar 11 bulan berjalan di provinsi dan tiga kabupaten serta 17 desa penerima manfaat ini, namun telah banyak perubahan dan dampak positif yang dihasilkan. Hal itu tergambar pada presentasi yang disampaikan oleh masing-masing perwakilan dari perpustakaan kabupaten, dan testimoni dari impac/ orang yang telah berubah hidupnya karena mendapat manfaat dari layanan perpustakaan, yang dihadirkan langsung dan memberi testimoni atas keberhasilannya pada acara SHM ini.

Namun demikian, dari hasil presentasi dan diskusi baik pada hari pertama maupun pada hari kedua terungkap bahwa masih ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam menjalankan program ini. Tantangan dan kendala inilah yang kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi untuk mendapatkan dukungan dari para stakeholder demi keberlanjutan program transformasi perpustakaan ini.
Oleh karena itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Moh. Hasan, S.H., M.H, berharap agar seluruh stakeholder yang ada dapat membangun komitmen bersama, selalu bergandengan tangan dalam mewujudkan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan masyarakat melalui penguatan literasi ini. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here