Hadirkan Wagub Sulsel, Himaprodi KPI Unismuh Gelar Seminar Internasional

0
35
views

Apakabarkampus.com – Himpunan Mahasiswa Program Studi Komisi Penyiaran Islam Unismuh Makassar menggelar Seminar Internasional Komunikasi Islam di Balai Sidang Unismuh. Selasa (17/9) pagi.

Kegiatan yang dihadiri ribuan orang ini mengangkat tema ‘Komunikasi Islam di Dunia Global’ dan menghadirkan lima pembicara, diantaranya: Andi Sudirman Sulaiman, dr. Firdaus Muhammad, dr. Abbas Baco, Ahmad Faisal Siregar dan dr. Shamsi Ali.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, S.T. selaku keynote speaker mengatakan bahwa kegiatan ini sangat luar biasa, setidaknya ini bisa menjadi bukti bahwa adek-adek kita disini juga bisa melakukan kegiatan sebesar ini.

“Semoga dengan kegiatan ini bisa menjadikan kita seseorang yang lebih berkarakter Islami,” harapnya.

Lebih lanjut, beliau mengutip sebuah hadits yang menceritakan tentang kisah Rasulullah saw. yang saat itu tengah terbaring dirumahnya, beliau kemudian didatangi oleh sahabatnya dan ditanyakan kepada beliau terkait dosa apa yang paling besar. Kemudian Rasulullah saw. bersabda: Syirik kepada ALLAH, durhaka kepada orang tua dan berbohong meskipun dalam keadaan bercanda.

“Jadi, dalam agama kita ini, berbohong dalam keadaan bercanda saja dilarang, apalagi dalam keadaan serius. Jika ini yang kita pegang, maka akan ada trust, kepercayaan yang akan kita dapatkan.” Sambungnya.

“Setiap satu kebohongan, akan melahirkan kebohongan-kebohongan lainnya. Jadilah pribadi-pribadi yang selalu jujur, karena itu akan memudahkan kita.” Tambah bapak Sudirman dengan penuh semangat.

Beliau juga menyampaikan bahwa jika ketemu dengan orang, berusahalah untuk jujur, walaupun Anda punya peluang untuk berbohong.

Dikarenakan beliau bergelut di dunia politik, beliau pun menyarankan adanya jurusan khusus untuk mempelajari tentang politik dalam Islam.

“Harusnya di Unismuh ini ada jurusan politik dalam Islam, karena itu sangat kita butuhkan. Nabi-Nabi kita dahulu itu berpolitik, ketika menemui Firaun, itu politik, bagaimana menjadi Khalifah, menjadi Amirul mu’minin, berinteraksi dengan ummat, itu semua memerlukan komunikasi politik. Sementara kita tidak memiliki jurusan politik Islam. Kalau nda salah bahasa Arabnya ‘Syiyasah Syar’iyyah‘.” Pungkasnya.

 

Editor: Ma’arif Amiruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here