PD IPM Makassar Gelar Lapak dan Ngampus Literasi di Pantai Losari

0
20
views

Apakabarkampus.com – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kota Makassar menggelar Lapak dan Ngampus Literasi di Pantai Losari, Minggu, (22/9).

Kegiatan yang bertemakan ‘Menumbuhkan Semangat Literasi untuk Pelajar’ ini dihadiri oleh IPM se-kota Makassar dan masyarakat sekitar.

Dalam ngampus literasi ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Tetta Sally, penulis buku Perempuan Dilarang Bahagia sekaligus Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Makassar, dan Aditya Permana, Penggiat literasi dan Ketua FLP Cabang Maros.

Terkait kegiatan ini, Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan, Lia Asmira mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja bidang PIP itu sendiri.

“Kegiatan ini merupakan program kerja Bidang PIP, dan kegiatan literasi ini adalah kegiatan pertama yang dilakukan olrh bidang PIP,” ucapnya.

Lebih lanjut, Lia Asmira menyampaikan bahwa, semoga semangat literasi di kalangan pelajar maupun di masyarakat umum itu semakin membumi, harapnya.

Selanjutnya Ketua FLP Cabang Kota Makassar menyampaikan dalam pemaparannya.

“Bahwa sekarang banyak film Indonesia yang telah mencederai literasi, seperti sinetron, sebab banyak film atau sinetron juga tidak sesuai dengan fakta, realita atau kondisi yang terjadi contohnya seperti peran seorang kutu buku pasti orangnya suka culun atau suka dibuli. Maka akan diartikan tukang baca buku itu culuan padahal tidak seperti itu,” ujar Tetta Sally.

Dirinya juga menambahkan, jika ada sebuah buku yang disukai, maka bawalah buku itu kemanapun kita pergi dan anggap buku itu adalah kekasih yang tidak bisa hidup tanpanya.

Di kesempatan yang sama, Aditya Permana mengungkapkan bahwa
Penulis adalah orang yang paham dan mengerti kehidupan dirinya dan orang lain dengan bahasanya yang anggun. Termasuk ada banyak cara mendapatkan inspirasi dalam menulis.

“Ada banyak cara untuk mendapat inspirasi dalam memulai kepenulisan, misalnya seperti tontonan, tontonan itu bisa menjadi inspirasi kita,” ujarnya.

Dirinya juga menambahkan, seorang penulis harus perbanyak keluar, dan jangan menjadi seorang 4K (kampus, kantin, kost, dan kuota), pungkasnya. (*)

Adji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here