Kurang Mendapat Perhatian Pemerintah, Gabungan Organisasi Kepemudaan Makassar Menggelar Proyek Sosial

0
48
views
Foto bersama setelah kegiatan Proyek Sosial Kolaborasi yang dihadiri setiap perwakilan organisasi. (Foto;IST). (29/9/2019).

Apakabarkampus.com – Gabungan komunitas dan organisasi kepemudaan yang berada di Makassar menggelar kegiatan Kolaborasi Proyek Sosial. Adapun organisasi dan komunitas yang terlibat yaitu, Aktivis Sosial Indonesia, Taekwondo Unhas, CSR Unhas, IPPM UNHAS, Exit Makassar.

Proyek Sosial ini dilakukan di Kampung Bung, Kabupaten Pangkep. Kegiatan ini berlangsung dari 27-29 September 2019.

Kamaruddin selaku Wakil Ketua II Aktivis Sosial Indonesia menuturkan alasan memilih lokasi tersebut karena kampung ini merupakan salah satu kampung yang sangat terpencil di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Adapun kondisi sekolah kampung Bung terdapat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah dan SMA  perpanjangan. Namun semua sekolah itu jauh dari kata layak, dengan akses jalan yang sangat sulit dan melewati hutan. Bahkan harus menempuh perjalanan 2-3 jam untuk sampai di lokasi.

“Dengan kondisi itulah kami terpanggil untuk datang di sana, untuk memberikan apa yg kami bisa berikan. Karena menurut Ketua RW di sana dan seorang guru yang bernama Ibu Sahari, pemerintah setempat baik tingkat kelurahan sampai kabupaten tidak pernah datang ke sana berkunjung” ujar Mahasiswa FT UNM angkatan 2013.

Penduduk di kampung Bung memiliki mata pencaharian hanya bertani padi saja. Setelah memasuki musim kemarau sebagian penduduk keluar ke daerah lain seperti di Soppeng, Bone, Barru untuk berjualan hasil bertaninya.

“Kampung yang sudah masuk dalam pemerintahan kelurahan namun itu hanyalah sekedar berada di kelurahan saja tidak seperti realitanya. Pemerintah yang seyogyanya harus bertanggung jawab namun mereka seakan menutup mata” lebih lanjut Kamaruddin menjelaskan.

Gabungan komunitas dan organisasi dan juga masyarakat kampung Bung berharap agar pihak pemerintah untuk datang berkunjung, memberikan perhatian lebih dan memberikan bantuan.

“Saya mewakili teman-teman di kegiatan ini agar pemerintah memperbaiki akses jalan mereka, apalagi kata warga sudah berkali-kali diukur tapi hanya diukur saja tidak pernah diperbaiki dan juga saya menyampaikan aspirasi guru-guru yang honorer di sana untuk tidak menyamakan gaji mereka dengan honorer yang ada di kota. Karena mengajar guru-guru sekolah harus berjuang dengan nyawanya untuk bisa sampai di sana” ungkapnya.

Selanjutnya proyek sosial ini tidak berhenti disini saja, akan ada followup terkait kondisi penduduk di Kampung Bung.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here