Alumni UIN Alauddin Makassar, Dardawirda Sukses Menerbitkan Buku Ke-8

0
27
views
Foto sampul buku Nona Venus dan Tuan Mars karya ke-8 Dardawirda. (Foto:IST).

Apakabarkampus.com – Wirda Tri Hasfi, Gadis lulusan Komunikasi Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar menempuh karirnya menjadi seorang penulis yang dimulai pada tahun 2012 dan baru aktif dalam dunia kepenulisan tahun 2013.

Wirda Tri Hasfi memiliki nama pena dardawirda membuatnya banyak dikenal hampir seluruh Indonesia, berkat goresan penanya banyak yang menjadi jatuh hati dengan karya-karyanya.

Dardawirda sapaan akrab nama pena gadis ini, aktif menggeluti karir kepenulisannya ditahun 2015. Hal ini bertepatan dengan berhasilnya Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam yaitu Komunitas I Brand menerbitkan buku koletif yang dikoordinatori oleh Wirda sendiri.

Berawal dari hobi, hingga melahirkan banyak karya. Itu semua karena kegigihannya untuk menjadi seorang penulis. Kepercayaan diri saya untuk berbeda dari karya penulis lain ialah karakter yang sangat penting tidak cukup kita menikuti pasar, tidak cukup kita mengikuti tren bacaan, karena melalui karakter yang digambarkan kita akan tahu ini tulisan siapa serta karakter juga sangat penting sebagai penilaian dari editor agar karya kita dapat diterbitkan.

“Pencapaian terbaik Wirda saat ini selain mendapatkan sahabat-sahabat yang baik dan bertemu dengan orang-orang hebat ialah dalam karir kepenulisan. Wirda mampu menerbitkan buku di penerbit Mayor yang notabennya cukup sulit untuk tembus di penerbit tersebut,” tuturnya. 

“Buku pertama yang berjudul Jempol Merah merupakan buku kolektif yang ditulis bersama dengan komunitas I-Brand. Saya menulis mengenai bagaimana seseorang mendapatkan sesuatu dari pendidikannya, yang diharapkan oleh orangtuanya dan sangat ingin ia wujudkan walaupun dalam keadaan terbatas dan pada akhirnya ia tidak meraih itu semua secara utuh. Buku kedua ini menjadi project terbesarku. Karena ini menunjukkan eksistensiku sebagai seorang penulis yang bukan lagi kolektif akan tetapi solo. Prosesnya saya mulai tahun 2015 dan launching di tahun 2016 mengenai Romance Islami,” lanjutnya. 

“Buku ketiga, saya kembali menulis kolektif bersama dengan teman-teman di Makassar dan melahirkan sebuah karya buku Diary 7 Kurcaci. Buku keempat berjudul Subuh untuk Langit yang lolos dalam naskah seleksi Se-Nasional di Indonesia. Buku Kelima ini Cerpen 7 Kurcaci saya kembali menulis kolektif bersama teman-teman dari berbagai daerah,” 

“Nah, buku keenam ini berjudul Jodoh untuk Langit yang merupakan lanjutan dari buku Subuh untuk Langit dan ini menjadi naskah terpilih dari 23 orang Se-Indonesia. Buku selanjutnya Jeda, ini merupakan buku puisi yang menjadi penggenap dari karya-karya saya setelah menulis prosa,cerpen,dan novel,” 

“Buku yang terakhir ini Nona Venus dan Tuan Mars adalah naskah yang istimewa bertepatan dengan jadwal sibuknya menyelesaikan skripsi. Jadi, buku ini diangkat dari problematika komunikasi laki-laki dan wanita, tanda kutip saya sebagai mahasiswa Komunikasi juga tertarik bagaimana laki-laki dan wanita dapat menghubungkan komunikasinya yang saya kemas dengan bentuk prosa,”

“Kesan dari saya menulis itu bukan kemampuan turunan, tetapi kepenulisan itu kemampuan kita melatih diri dalam membaca dan menulis. Untuk teman-teman yang ingin menulis jangan mudah menyerah dan buatlah karakter sendiri, itu semua bisa didapatkan dari bacaan yang sangat memengaruhi tulisan kita. Maka dari itu perbaiki bacaannya, luruskan niatnya,baca dan tulislah sesuatu yang baik,”tutupnya.(*) 

(*)Citizen Reporter : A.Iqriani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here