Stigma Negatif Dari Sang Pemuja Nafsu

0
17
views

Oleh: Ma’arif Amiruddin
Founder Pajokka Event
Public Speaker
Praktisi Property Syariah

 

Sangat disayangkan, fenomena yang terjadi dinegri kita ini sungguh sangat disayangkan, betapa tidak, penistaan terhadap agama yang mulia kian menjadi-jadi, mirisnya, penistaan tersebut bukan hanya dilakukan oleh kalangan non muslim saja, bahkan orang-orang yang ber-KTP-kan Islam juga tak malu menistakan agamanya sendiri.

Berbagai ajaran Islam, seperti Khilafah, hudud, jihad dan lain sebagainya berusaha untuk dikriminalkan, dianggap mengancam NKRI. Sementara di sisi lain, pejabat-pejabat koruptor kelas kakap tidak kemudian dilabeli sebagai ancama terhadap NKRI, belum lagi hutang-hutang ribawi yang terus menggunung tidak juga kemudian dianggap mengancam NKRI, padahal inilah yang sangat jelas dan terang-benderang mengancam keutuhan NKRI.

Penyakit yang menimpa sebagian ummat Muslim dewasa ini (islamohobia) sejatinya bersumber dari kecintaan terhadap hawa nafsu, mereka takut dengan syariat Islam yang akan menekan hawa nafsu bejat mereka, mereka takut jikalau syariat Islam tegak, maka akan membumihanguskan angan-angan mereka terhadap pemuasan hawa nafsu yang berlebihan. Oleh karenanya, berbagai upaya dilakukan untuk mencegah tegaknya syariat Islam.

Dan hal itu sejalan dengan agenda kafir penjajah pemuja hawa nafsu yang memang sangat getol mencegah tegaknya syariat Islam di muka bumi ini.

Alhasil, berbagai narasi-narasi dan stigma negatif mulai dibuat dan disematkan kepada orang-orang yang menginginkan tegaknya kembali daulah Islam, seperti narasi tentang radikalisme, intoleran, anti kebhinnekaan dan berbagai stigma negatif lainnya.

Tentu sebagai ummat Islam kita harus menyikapi hal ini dengan penuh kewaspadaan, jangan sampai racun-racun pemikiran berhasil mereka suntikkan ke dalam kepala kita. Untuk itu perlu adanya kajian intensif yang pemahasannya hanya bersumber dari Al-Qur’an, hadits dan apa yang ditunjuk oleh keduanya.

Kemuliaan Syariah

Islam adalah agama yang mulia, agama yang mengatur hubungan hamba dengan Penciptanya, hamba dengan dirinya dan hamba dengan hamba yang lain. Dan Islam lah satu-satunya agama yang diridhai oleh Pemilik langit dan bumi, sebagaimana firman-Nya:

“Sungguh agama disisi ALLAH hanyalah Islam.” (QS. 3: 19).

ALLAH swt. bahkan tidak mengakui agama diluar Islam, firman-Nya:

“Siapa saja mencari agama selain Islam tidak akan diterima dan di akhirat kelak dia termasuk kaum yang merugi.” (QS. 3: 85).

Kemuliaan Islam juga tercermi dari sabna Nabi saw.:

“Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam.” (HR. ad-Daruquthni).

Oleh karenanya, patut bagi kita untuk bangga terhadap agama kita sendiri, apatahlagi ini merupakan jalan keselamatan di dunia dan akhirat. Semoga ALLAH menggolongkan kita ke dalam golongan orang-orang yang diberi pentunjuk.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here