Tim Sinergi Transformasi Gelar Internal Meeting Dorong Peningkatan Peran OPD dalam Pengembangan Perpustakaan

0
61
views

Apakabarkampus.com — Dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan Stakeholder Meeting program transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial tingkat provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan pada tanggal 10-11 September 2019 lalu, tim sinergi transformasi perpustakaan yang beranggotakan beberapa orang personil dari organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, akademisi serta penggiat literasi melaksanakan kegiatan internal meeting di Hotel Continent, Jumat (11/10).

Berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan program ini dibahas untuk dicarikan solusinya. Di samping itu, tim sinergi ini juga menyusun beberapa rencana kerja yang akan menjadi bagian dari program pengembangan transformasi di tahun 2020 mendatang.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan Sijaya, SH., MH dalam sambutan pengarahannya se saat sebelum membuka internal meeting ini berharap, agar semua OPD yang terlibat dalam program ini selalu bersama dan bersinergi dalam mendukung percepatan program transformasi ini.

“Pertemuan seperti ini sangat penting, karena apa yang dihasilkan dari pertemuan ini akan menjadi acuan program kita ke depan. Saya berharap pertemuan seperti ini dirutinkan minimal 4 sampai 5 kali dalam setahun,” tegas Hasan.

“Buatlah konsep yang bagus,” lanjut Hasan, “Bagaimana kita bersama-sama menciptakan perpustakaan modern di provinsi ini, dengan menumbuh kembangkan minat baca yang cepat di Sulawesi Selatan”.

Terkait dengan itu menurut Hasan, pihaknya saat ini sedang menjalin kerja sama dengan Tim Penggerak PKK Sulsel untuk mendirikan dan membina perpustakaan lorong dan cikal bakalnya telah dimulai di Perpustakaan Lorong Parangtambung, tahun depan akan diprogramkan 20 perpustakaan lorong di Kota Makassar, tahun berikutnya akan dikembangkan di daerah lain di Sulsel.

Sementara itu, PIC program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Provinsi Sulawesi Selatan Nilma, S.Sos., MM menjelaskan bahwa kegiatan internal meeting ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk mendorong peningkatan peran dari masing-masing OPD yang terlibat dalam tim sinergi untuk melakukan percepatan dalam pengembangan program transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial di provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan internal meeting ini dipandu oleh Dr. Tuty Bahfiarty, M.Si akademisi dari Universitas Hasnuddin bersama Muh. Quraisy Mathar, S.Sos., M.Hum dari UIN Alauddin Makassar keduanya adalah anggota tim Sinergi. Turut hadir dan memberi sumbangsi pemikiran dalam internal meeting ini, Pendamping/Fasilitator Pusat Program Transformasi Layanan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Gutriyana.

Beberapa persoalan yang mengemuka dan dibahas dalam internal meeting ini antara lain, masalah regulasi. Perlu penguatan regulasi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan ini, perwakilan dari Biro Hukum yang hadir dalam pertemuan tersebut siap memfasilitasi penerbitan regulasi yang dibutuhkan.

Selain itu, salah satu kendala yang dihadapi dalam pengembangan program ini terutama di desa penerima manfaat adalah kurangnya akses internet. Oleh karena itu, diharapkan kepada tim dari Dinas Kominfo Provinsi untuk dapat memfasilitasi ke Dinas Kominfo Kabupaten untuk memprioritaskan pembangunan dan pengutan jaringan khususnya di desa penerima manfaat.

Demikian juga dengan permasalahan insentif bagi pengelola perpustakaan desa, diharapkan dukungan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi serta Bappeda untuk mendorong dan memfasilitasi agar para pengelolan perpustakaan di desa dapat menerima insentif yang layak melalui dana desa dan diprogramkan dalam musrembang.

Permasalah lain yang juga diharapkan mendapat solusi dari pertemuan ini, adalah pemasaran hasil produksi dari pelatihan-pelatihan keterampilan yang telah dilakukan di perpustakaan desa.

Perwakilan tim dari Dinas Koperasi dan UMKM yang hadir dalam pertemuan ini, siap memfasilitasi pemasaran tersebut melalui Galeri Koperasi.

Sementara anggota tim sinergi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, siap memfasilitasi upaya peningkatan SDM khususnya bagi pengelola perpustakaan desa.

Pengutan jejaring untuk program transformasi ini juga akan lebih ditingkatkan lagi, dan disarankan bukan hanya dengan perguruan tinggi tapi juga dengan ormas, parpol dan stakeholder lain. *(naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here