Kaum Millenial Moderen, Gaya Hidupnya Membaca dan Menulis

0
49
views

Apakabarkampus.com — Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Maccini bekerjasama dengan Nuun Community menggelar Ngopi Baca dan Dialog Literasi dengan tema “Membaca Membangun Peradaban”, bertempat di Cafe Pijakan, Jalan Pelita Raya Kota Makassar. Sabtu (02/11).

Dalam kegiatan tersebut, menghadirkan tiga pembicara tokoh literasi Sulsel yang juga penulis nasional Bachtiar Adnan Kusuma (Penggagas Lorong Baca), M. Amir Jaya selaku Penyair dan Ketua Ikatan Penulis Muslim Indonesia, dan Muhammad Ali Mabhan selaku Ketua umum Pimpinan Daerah IPM Kota Makassar.

Bachtiar Adnan Kusuma dalam penyampaiannya mengatakan ujung dari sebuah peradaban adalah membaca dan menulis. Membaca dan menulis intinya membangun sebuah peradaban, peradaban hanya bisa dibangun di atas pondasi budaya membaca dan menulis. Kejayaan peradaban Islam menemukan masa keemasan tatkala membaca dan menulis menjadi puncak kebangkitannya tatkala tokoh-tokoh umat Islam mampu merawat budaya menulisnya dengan baik. Misalnya saja, kata Ketua Forum Peduli Pendidikan Sulsel ini, ibnu Rusdy, Ibnu Sina melahirkan karta monumental di bidang kimia farmasi kedokteran, kemudian usai perang salib penguasa Eropa menerjemahkan buku-bukunya dalam berbagai bahasa di Eropa.

“Dengan membaca dan menulis, suatu Negara seperti Amerika dan Cina mampu terus maju dari banyak hal, salah satunya dari segi kecerdasan, sebab menghilangkan kebodohan dapat dilakukan dengan cara menghadirkan kebiasaan membaca,” tuturnya.

Senada hal itu, Amir Jaya mengatakan, dalam membangun peradaban tidak cukup dengan membaca, melainkan menulis juga adalah bagian penting.

“Membaca dan menulis adalah bagian tak terpisahkan dari konsep meraih peradaban, maka tentu tidak cukup hanya dengan membaca kita bisa membangun peradaban,” ujarnya.

Sedangkan Muhammad Ali Mabhan, menegaskan bahwa identitas seorang pelajar ialah buku dan pena.

“Fenomena hari ini, pelajar mulai melupakan identitasnya, yang sekiranya yang melekat pada diri pelajar yakni buku dan pena, namun saat ini, dengan perkembangan teknologi yang pesat semuanya bergeser, kini yang melekat kepada pelajar adalah gandget,” ucapnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here