Sastrawan Muda Bulukumba, Alfian Dippahatang Mengikuti Residensi Penulis di Perancis

0
292
views


Apakabarkampus.com, Makassar—Alfian Dippahatang, sastrawan muda Bulukumba terpilih sebagai penerima Residensi Penulis Indonesia 2019 di Perancis.

“Waktu itu, pendaftarannya dibuka pada tanggal 27 Juli – 10 Agustus 2019. Pengumuman hasil seleksi 16 Agustus 2019. Program Residensi ini dilakukan di dalam dan di luar negeri. Saya salah satu di antara 34 penulis yang terpilih,” ungkapnya pada awak media setelah dihubungi lewat Whatshap pada Senin, (18/11/2019).

Dia juga mengatakan bahwa mengikuti Residensi selama 1 bulan di Perancis dan memilih  Negera yang terkenal dengan menara Eiffelnya itu, karena berkaitan dengan penelitiannya dengan tokoh bernama Arthur Rimbaud sekaligus sebagai penyair besar Perancis.

“Saya memilih Perancis karena hal tersebut berkaitan erat dengan penelitian yang sementara saya lakukan. Saya mengumpulkan bahan untuk menyelesaikan buku yang saya kerjakan berdasarkan biografi tokoh bernama Arthur Rimbaud penyair besar Perancis,” imbuhnya.

Program ini memberi kesempatan dan dukungan kepada para penulis untuk meningkatkan kemampuan menulis dengan mengunjungi subjek yang dianggap sesuai dengan kebutuhan riset. Menyelesaikan tulisannya di sebuah tempat yang kondusif, dapat membangun jejaring di dalam dan luar negeri, baik dengan sesama penulis, maupun penerjemah dan penerbit. Mengikuti program (diskusi, seminar, pembacaan karya, dst.) yang diadakan oleh penyelenggara yang telah disepakati oleh 3 pihak (Kemendikbud, Komite Buku Nasional dan Penulis).

Mereka yang boleh mengikuti Residensi ini harus warga negara Indonesia, berdomisili di Indonesia dan dalam keadaan sehat.Penulis setidaknya mempunyai satu buku tunggal (bukan antologi) yang ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah yang sudah diterbitkan. Lolos seleksi proposal dan wawancara, bersedia bekerjasama dan mengikuti program yang disusun oleh Komite Buku Nasional dan Kemendikbud  dan mampu berkomunikasi dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris.

Pertimbangan lain, mempunyai karya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Mempunyai karya yang telah mendapatkan penghargaan, mempunyai undangan dari institusi di luar negeri (tergantung pada jenis Residensi) yang bersedia bekerjasama dengan Komite Buku Nasional.

Target yang ingin dicapai pada program ini adalah, adanya sebuah karya yang layak diterbitkan. Promosi sastra dan budaya Indonesia melalui keikutsertaan penulis yang mengikuti program Residensi dalam acara-acara festival sastra Nasional/internasional di tempat dimana yang bersangkutan melaksanakan programnya. Laporan perjalanan dan jejaring yang dicatat oleh penulis sebanyak 2 kali sebulan yang akan dimuat di website KBN.

Sebelumnya, Alfian beberapa kali memenangkan beberapa penghargaan penulisan. Diantaranya; Diundang di Makassar International Writers Festival 2018, Majelis Sastra Asia Tenggara Program Cerpen 2018, dan Festival Sastra Yogyakarta 2019. Juga telah menerbitkan empat buku. Buku terbarunya adalah kumpulan cerpen Bertarung dalam Sarung (KPG, 2019) terpilih dalam longlist Kusala Sastra Khatulistiwa 2019 kategori prosa.

“Program ini tentu saja sangat membantu bagi saya, karena jejak Rimbaud bisa saya telusuri di Negara ia dilahirkan dan berkarya,” tutup Alfian yang juga alumnus sastra Indonesia FIB Unhas itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here