Meresahkan Kebudayaan Lokal, UKM Seni UNM Gelar Talkshow Budaya

0
61
views

M

Apakabarkampus.com—Ukm seni UNM menggelar acara Talkshow budaya bertajuk “Budaya Kita Masa Depan Indonesia” berlangsung di lantai 3 Ballroom Teater Menara Pinisi UNM Jl. A. P.Pettarani, Tidung Makassar, Sulawesi Selatan pada Sabtu (7/12/2019).

Kegiatan yang diawali dengan pementasan Tari Padduppa dan dilanjutkan dengan pementasan Sinrilik oleh Arif Daeng Rate yang juga bertindak sebagai moderator dalam kegiatan Talkshow budaya.

“Kegiatan Talkshow budaya ini merupakan  bagian dari rangkian kegiatan, sebelumnya ada kegiatan workshop dan seni rupa yang dilaksanakan tadi siang dan sebentar malam akan ada pementasan. Namun sebelum kegiatan ini kami garap, kami terlebih dahulu melakukan penelitian di Kab. Sinjai. Dan sanalah kami melihat budaya yang masih dilestarikan,” ujar Khairil Wahyu yang juga ketua panitia.

Turut hadir pendiri Pustaka Bergerak Indonesia (PBI) Nirwan A. Arsuka dan sastrawan Aslan Abidin sebagai pembicara pada kegiatan tersebut. Dan juga beberapa mahasiswa, pegiat seni, pegiat literasi dan alumni UKM seni UNM.

“Kegiatan ini merupakan Talkshow budaya yang dimana membawa budaya ke ruang-ruang positif dan diskusikan bersama-sama untuk melihat bagaimana dampak budaya pada kalangan anak muda. Apakah budaya kita masih bisa kita pertahankan atau justru kita sendiri yang menjadi pelaku perusak budaya, ” ujar Gilang Banazir. A selaku ketua umum UKM seni UNM.

Lebih lanjut lagi Gilang menjelaskan bahwa luaran dari pada Talkshow budaya ini adalah bagaimana mengajak anak muda untuk melakukan hal positif dan melestarikan kebudayaan lokal untuk membentuk kebudayaan global secara umum tanpa meninggalkan budaya lokal.

Sementar Aslan  Abidin mengatakan bahwa agar kita tidak bodoh dalam melihat kebudayaan maka jangan murtad dari mahasiswa mari membaca, diskusi dan menulis supaya keluar dari ruangan ini kalian cerdik,” ujarnya.

Ketua umum seni UNM berharap kegiatan ini bisa meningkatkan pemahaman mengenai kebudayaan agar kita hadir sebagai pelestari budaya.

“Saya berharap kita mulai melestarikan kebudayaan mulai dari hal-hal kecil dari lingkungan kita maupun hal-hal besar yang nantinya kita bisa buat untuk kebudayyan Indonesia agar tetap lestari,” tutup Gilang. (Rusli Mallatong)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here