“Ngobrol Sekolah” di SD Negeri Borong

0
62
views

Apakabarkampus.com — Persoalan sekolah perlu didialogkan agar ada solusi bagi perbaikan dunia pendidikan pada umumnya. Demikian salah satu tujuan dari kegiatan “Ngobrol Sekolah” di SD Negeri Borong, yang diadakan pada Senin, 23 Desember 2019.

Kegiatan yang diadakan atas kerjasama SD Negeri Borong dan Harian Berita Kota Makassar (BKM) ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Al Hidayat Samsu, anggota DPRD Kota Makassar, Mustawa Nur, Direktur Utama Berita Kota Makassar, dan Dr Pantja Nurwahidin dari Dinas Pendidikan Kota Makassar. Hadir pula Ketua Komite Sekolah Kompleks SD Borong, Drs H Marzuki, dan sejumlah orangtua murid serta para guru.

Al Hidayat Samsu dari komisi yang membidangi pendidikan, kesehatan, perempuan, anak, pemuda dan olahraga itu, memberikan apresiasi atas dukungan media terhadap isu pendidikan. Menurutnya, acara “Ngobrol Sekolah” merupakan bukti kepedulian media terhadap kemajuan pendidikan. Anggota DPRD Kota Makassar dari PDI Perjuangan yang berlatar belakang guru itu, berharap pendidikan menjadi prioritas dalam APBD Makassar. Dia pun berjanji akan memperjuangkan aspirasi yang mengemuka dalam acara tersebut.

Sementara Dr Pantja Nurwahidin merespons positip konsepsi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, soal kemerdekaan belajar, yang menurutnya, tetap mesti dalam kontrol guru. Guru, lanjut Pantja, adalah penggerak yang semestinya mampu memetakan potensi anak.

“Orientasi pendidikan kita, mesti mampu menyelaraskan olah pikir, olah rasa dan olah raga sebagaimana disampaikan Ki Hajar Dewantara,” papar Pantja.

Menurutnya, guru perlu mengembangkan metode yang kreatif dan menyenangkan yang sejalan dengan semangat Sekolah Ramah Anak (SRA). Di luar itu, lanjutnya, dukungan lingkungan sekolah dan masyarakat juga penting bagi kemajuan dan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan.

Mustawa Nur menjelaskan bahwa “Obrolan Sekolah” merupakan program yang dilakukan sejak dua tahun lalu. Hanya saja, jika sebelumnya dilakukan di dalam kelas, sekarang dilakukan di luar kelas. Program ini merupakan wujud implementasi fungsi informasi media yang berbasis kemajuan.

“Komunikasi yang dibangun melalui obrolan, berarti ada interaksi antara berbagai pemanggku kepentingan. Media massa memediasi interaksi yang efektif untuk kemajuan pembangunan pendidikan,” jelas Mustawa Nur

Melalui pendekatan good news is good news, koran yang dipimpinnya akan membuat sebuah kawasan yang partisipatif. Dia mengimpikan, kawasan itu akan jadi laboratorium di mana orang bisa belajar tentang partisipasi masyarakat. BKM, kata Mustawa, bukan hanya mencari berita, tapi juga memainkan peran motivator.

Dalam kesempatan itu, beberapa guru mengemukakan aspirasinya. Rosmiaty, S.PdI guru Pendidikan Agama Islam (PAI), menyampaikan bahwa sekolahnya butuh tempat ibadah, tambahan toilet, dan sarana olahraga. Andi Etty Cahyani, S.Pd yang merupakan guru wali kelas, mempertanyakan pembuatan laporan dan administrasi yang dibebankan kepada guru.

Muhammad Nebu dan Reza, yang akan tamat dari SDN Borong, tahun depan, juga mengemukakan pertanyaan terkait ujian nasional dan model pembelajaran di SMP nantinya. Ada juga orangtua yang bertanya tentang sistem zonasi, dan menyampaikan kondisi anaknya yang merupakan korban konflik Papua. Katanya, anaknya sempat trauma. Tapi sekarang kondisinya mulai membaik berkat dukungan guru dan teman-temannya.

Pada acara “Obrolan Sekolah” ini juga anak-anak menampilkan bakat dan kemampuan mereka, seperti Pramuka, Dokter Kecil (Dokcil), Tari Gandrang Bulo, Tari Kipas Kreasi, dan pembacaan puisi.

Kepala SDN Borong, Dra Hj Hendriati Sabir, M.Pd, menyampaikan bahwa selama kurang lebih empat tahun di SDN Borong, terlihat banyak kemajuan. Katanya, sekolah yang dipimpinnya itu cukup solid, karena dukungan berbagai pihak, baik tim internal, dalam hal ini guru, maupun tim eksternal dari paguyuban orangtua. Dukungan juga dari Komite SD Kompleks Borong.

Di akhir acara dilakukan penandatanganan kerjasama antara SD Negeri Borong dan BKM untuk mendukung SDN Borong sebagai Sekolah Adiwiyata.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here