Unhas Bekerjasama dengan Pemkab Takalar Selenggarakan KKN Tematik di Desa Galesong Baru

0
113
views

Apakabarkampus.com — Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan sebuah pengukuran yang digunakan seluruh negara didunia untuk mengklasifikasikan sebuah negara maupun daerah termasuk kedalam daerah yang maju, berkembang, ataupun terbelakang.

Kabupaten Takalar merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang dapat ditempuh kurang lebih satu setengah jam dari ibukota pulau Sulawesi, kota Makassar. Sayangnya, jarak yang dekat dari Ibukota tidak menjadi jaminan bahwa daerah tersebut termasuk daerah maju apabila diukur berdasarkan nilai IPM contohnya Takalar.

Takalar menjadi daerah berperingkat 21 dari total 24 kota/kabupaten di Sulawesi Selatan dengan nilai IPM tertinggi dimiliki kota Makassar dan terendah dipegang oleh Kabupaten Jeneponto.

Menyadari masalah tersebut, pemerintah Kabupaten Takalar bekerja sama dengan Universitas Hasanuddin menyelenggarakan KKN Tematik untuk membantu meningkatkan pemeringkatan nilai IPM dari Kabupaten Takalar. Terhitung sejak 27 Desember 2019, mahasiswa KKN sudah diterjunkan langsung ke lapangan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Salah satunya adalah kelompok yang beranggotakan Muh Resky Ariansyah, Trias Prasandy P., Aidil Fudhail Mumtaz, M. Amal Amrullah, Thasya B. C. L., dan Nursun M. Jannah.

Keenam mahasiswa yang memiliki latar belakang jurusan yang berbeda tersebut ditempatkan di Desa Galesong Baru, Kecamatan Galesong.
Selama 1 minggu lamanya mereka melakukan observasi ke masyarakat disetiap dusun yang terdapat di desa Galesong Baru.

Dari hasil yang didapatkan, ternyata ada 6 masalah utama yang dialami desa Galesong Baru yaitu masalah tuna aksara, stunting, kurangnya pemegang akta kelahiran, masalah ekonomi, tingginya persentase angka putus sekolah, dan BABS (Buang Air Besar Sembarangan).

6 Program Kerja pun berhasil dirumuskan berdasarkan masalah tersebut, diantaranya adalah pembelajaran membaca dan menulis serta membantu dalam memfasilitasi pengurusan akta kelahiran. Kedua program kerja ini sudah mulai berjalan dan mendapatkan respon positif dari masyarakat desa.

“Sangat jarang mahasiswa KKN yang mau membantu proses pengurusan akta kelahiran, kalau urus sendiri, agak jauh jaraknya kalau ke kantor dasdikcapil, kita yang sudah tua susah juga kalau urus sendiri.” Kata daeng Sampara, salah satu warga di desa Galesong Baru.

Selain 2 program tersebut, program lainnya yang akan dikerjakan adalah penyuluhan mengenai stunting, pengajaran pembuatan nugget ikan, seminar beasiswa dan masuk ke PTN, serta role play PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) kepada anak-anak desa Galesong Baru. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here