Ketika Aktivis jatuh cinta Ibu Pertiwipun turut bersukacita

0
262
views

Oleh: Vanto Kun*

Apakabarkampus.com — Aktivis adalah seseorang yang bekerja aktif dalam mendorong pelaksanaan sesuatu atau berbagai kegiatan dalam organisasinya dan sering kali menjadi penggerak demonstarasi.

Kata aktivis mungkin tak asing lagi terdengar ditelinga kita apa lagi oleh para kelompok intelektual yang disebut mahasiswa, di beberapa kampus dan perguruan tinggi lainnya yang tentunya sebagai laboratorium ilmiah yang sering kali menjadi tempat lahirnya seorang aktivis.

Dalam perjalanan sejarahnya, seorang aktivis tentunya memiliki berbagai macam kisah, mulai dari berbagai macam bentuk konsolidasi yang ia lakukan sampai pada turun kejalan menyuarakan aspirasinya serta berbagai bentuk perlawanan kepada sang penguasa yang zalim lainnya.

Layaknya sang martir seorang aktivis dikenal berani dan rela berkorban, namun melihat dan mendengar kegigihannya dalam memperjuangkan sesuatu, apa jadinya ketika seorang aktivis jatuh cinta ?

Jatuh cinta memang sebuah prosa yang terdengar sangat indah, yang hampir semua orang pernah mengalaminya tak terkecuali para aktivis yang sering berkoar-koar dijalanan.

“Jatuh cinta memang berjuta rasa, namun senyummu berjuta makna”

Mungkin karena kebanyakan aktivis mahir dalam hal beretorika serta percaya diri yang menuntunnya, maka tak heran jika para aktivis pun demikian juga piawai persoalan cinta.

Soe Hok Gie seorang aktivis Indonesia Tionghoa yang menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno  dan Soeharto pernah bersabda,” yang paling berharga dan hakiki dalam kehidupan adalah dapat mencintai, dapat iba hati, dan dapat merasai kedukaan.

Semoga para aktivis yang dikenal sebagai sosok pembaharu dan perubahan tak hanya punya rasa cinta kepada sang kekasih tetapi juga memiliki rasa cinta yang besar kepada negara (nasionalis) agar kelak ibu pertiwi tak cemburu.

Karena ketika sang aktivis memiliki rasa cinta yang besar akan keadilan dan kesejahteraat, maka pergerakan untuk perubahan menuju rakyat berdaulat akan dapat semakin terimplementasikan.

“Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat” Sabda
Soe Hok Gie.

Rasa cinta yang besar akan terwujudnya tatanan masyarakat adil makmur memang haruslah melekat pada diri seorang aktivis agar perjuangan untuk melakukan perubahan menjadi landasan utama sebuah gerakannya, bukan bersumber dari ego dan kepentingan ataupun golongan tertentu.

Dan ketika aktivis sudah jatuh cinta kepada kedaulatan rakyat maka niscaya Ibu pertiwipun turut bersuka cita, karena sebuah rezim yang zalim terhadapnya sedang ketakutan akan kehadirannya.

Seperti sabda almarhum wiji thukul dalam puisinya yang berlafalkan : Kalau rakyat bersembunyi dan berbisik-bisik ketika membicarakan masalahnya sendiri penguasa harus waspada dan belajar mendengar bila rakyat berani mengeluh itu artinya sudah gawat.

Karenanya,”sedikit cinta dan keras kepala kabarkan kepada mereka yang tak jelas berkata”
Panjang umur para aktivis yang melawan
Panjang umur perjuangan ! (*)

*Vanto kun (Mahasiswa UNM dan anggota pecandu aksara makassar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here