Pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo, Puji Perpustakaan Lorong Sebagai Ide Gila

0
63
views

Apakabarkampus.com — Pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo, H. Sofyan Puhi, ST, berkunjung khusus ke Makassar guna mempelajari inovasi perpustakaan lorong yang dikembangkan oleh Bunda Baca Sulsel, Ir.Hj. Lies F Nurdin, M.Fish.

Dalam kunjungan kerjanya ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel, Sofyan Puhi, didampingi Ir.H. Irwan A. Borahim dan Yuriko K, S.H. diterima Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulsel Ir. Lubis M.T, didampingi Kabid Deposit dan Pengembangan Bahan Pustaka, Heri Rusmana, M.AP, Pustakawan Senior Syahruddin Umar, Kamis (23/1) di Ruang Layanan Perpustakaan, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

“Setelah kami memeroleh penjelasan tentang perpustakaan lorong berbasis masyarakat, kami menilai perpustakaan lorong adalah ide gila karena di tengah masyarakat yang jengah membaca buku, ada sekelompok orang yang rela mewakafkan waktu, pikiran, tenaga dan finansialnya untuk mengurus perpustakaan di lorong-lorong”, kata Irwan A.Borahim, pimpinan DPRD Gorontalo dari Fraksi Nasdem. Karena itu, Irwan menilai dengan keterlibatan Ibu Gubernur Sulsel, Dinas Perpustakaan Susel dan tokoh-tokoh masyarakat sekaligus memperkuat diversifikasi perpustakaan lorong yang gaungnya sudah sampai ke Gorontalo.

Selain menggali program inovasi layanan perpustakaan Sulsel, Sofyan juga berdiskusi dan bertukar pikiran terkait optimalisasi layanan mobile perpustakaan Sulsel yang saat ini mengutamakan sistem jemput bola.

Sementara itu, Ketua Forum Perpustakaan Lorong dan Desa Sulsel yang juga Penggagas Perpustakaan Lorong kota Makassar, Bachtiar Adnan Kusuma didampingi Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Sulsel, Quraisy Mathar, menjelaskan bagaimana asal mula ide merintis perpustakaan lorong di Parangtambung dan sekitarnya.

BAK menguraikan di depan pimpinan DPRD Provinsi Gorontalo, kalau mempertahankan dan memperkuat kegiatan-kegiatan di perpustakaan lorong adalah sebuah tantangan, karena pihak pengelola bersama tokoh-tokoh masyarakat Parangtambung memikirkan agar bagaimana kegiatan-kegiatan rutin setiap akhir pekan di perpustakaan lorong berjalan terus menerus dengan melibatkan warga masyarakat Kelurahan Parangtambung di Lorong 7 Jalan Daeng Tata 3 yang dipimpin Ketua RT Jumrana Daeng Rannu dan Duta Baca Sulsel Reski Amalia Syafiin.

BAK juga menyampaikan kalau pendirian perpustakaan lorong yang kini berjalan memasuki tahun ketiga, karena berdasarkan kajian akademik dengan menggunakan teori culture study yaitu bahwa untuk menjadikan membaca sebagai bagian masyarakat, diperlukan pembiasaan dengan membentuk budaya cinta membaca sejak dini dari setiap keluarga, lingkungan masyarakat pada tingkatan RT, RW di berbagai lorong di kota Makassar.

“Kami bersyukur karena dukungan Ibu Gubernur Sulsel rajin turun ke lorong adalah pembakar semangat bagi kami sebagai relawan yang saat ini tengah mengembangkan perpustakaan lorong bersama Bunda Baca Sulsel dan Dinas Perpustakaan Provinsi Sulsel di berbagai titik di seluruh di kecamatan Kota Makassar maupun di luar Makassar,’’ papar BAK yang juga penerima berbagai penghargaan literasi dari pemerintah Kota Makassar dan Pemerintah Provinsi Sulsel ini. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here