Melinda Aksa, Kagumi Inovasi Perpustakaan Lorong

0
92
views

Apakabarkampus.com — CEO Bosowa Fondation Hj. Melinda Aksa mengundang Tokoh Literasi Sulsel yang juga Penggagas Perpustakaan Lorong Kota Makassar, Bachtiar Adnan Kusuma, Selasa (24/2) di Universitas Bosowa Makassar.

Bachtiar Adnan Kusuma didampingi Rektor 2 UNIBOS Dr. Mas’ud Muhammadiah, M.Hum, dan Andi Muhammad Irham, S.T. konsultan desain Perpustakaan Lorong memenuhi undangan Hj. Melinda Aksa terkait persentasi langsung tentang perpustakaan lorong yang disampaikan Sekretaris jenderal Asosiasi Penulis Profesional Indonesia Pusat ini.

Dalam persentasi yang disampaikan Ketua Forum Komunikasi Pengelola Perpustakaan Lorong Desa Sulsel ini, BAK menegaskan kalau dengan hadirnya perpustakaan lorong menjadi kampak untuk menghancurkan kebodohan dan kemiskinan masyarakat. Untuk menghancurkan kebodohan yang ada dalam diri manusia, diperlukan gerakan budaya kolosal membaca sejak dini yang tumbuh dan berkembang dimulai dari setiap rumah tangga. Karena itu, BAK menegaskan perlunya ekosistem literasi yang melibatkan semua pihak termasuk PTS dan PTN.

“Kami bangga dan bersyukur karena UNIBOS adalah PTS pertama yang memberikan karpet merah tumbuhnya perpustakaan lorong di kota Makassar”, kata AK.

Sementara itu, CEO Bosowa Fondation Hj. Melinda Aksa, kaget mendengar adanya inovasi perpustakaan lorong yang kini tumbuh dan berkembang di kota Makassar. “Saya bersyukur karena saya adalah salah satu ibu rumah tangga yang gelisah melihat perkembangan teknologi yang begitu maju dan nyaris menghabiskan waktu membaca buku bagi anak-anak tak ada lagi. Saya senang karena dengan hadirnya perpustakaan lorong yang diprakarsai masyarakat menjadi salah satu jalan mencegah anak-anak dari mengisap lem, kenakalan remaja, menghabiskan waktu yang tidak bermanfaat,” kata Hj. Melinda Aksa.

Karena itu, Melinda sepakat bekerjasama dengan Forum Perpustakaan Lorong terkait penanganan literasi lorong sebagai pondasi keberadaban. Saya berharap bisa bekerja sama dengan Forum Perpustakaan Lorong dan LPM terkait pendirian perpustakaan lorong di kota Makassar. Selain ikut serta memberdayakan masyarakat berinovasi dalam bidang ekonomi kreatif, pihak UNIBOS kata Melinda akan menurunkan langsung relawan dan pengajar pada bidang soft skill setelah perpustakaan lorong di berbagai tempat.

“Saya berharap mengajak pentingnya membaca dan menulis tak hanya bagi siswa, tapi wajib bagi para pengajar terutama guru dan dosen”. Kedepan, kata Melinda pihaknya mendorong bagi para dosen, mahasiswa UNIBOS berlomba menulis dan menerbitkan buku. Buku-buku yang diterbitkan, kuncinya menarik dan bermanfaat bagi masyarakat kota Makassar. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here