Buka Acara Hapus Tattoo, Wakil Bupati Harap Rutan Bantaeng Menjadi Pesantren

0
22
views

Apakabarkampus.com — Rutan Klas IIB Bantaeng menggelar kegiatan Hapus Tattoo Gratis yang dirangkaikan dengan Talkshow Narkoba dan Tutup Tindik yang bekerjasama dengan Komunitas Mahtan (Masyarakat Hijrah Tanpa Nama) pada hari ini Sabtu, (07/3).

Rangkaian Kegiatan Hapus Tattoo ini terbagi menjadi dua tempat, dimana Seminar Talkshow Narkoba berlangsung di Lapangan Rutan Bantaeng, dan Treatment Hapus Tattoo ini sendiri berlangsung di dua tempat terpisah bagi wanita dan pria.

Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Bantaeng H. Sahabuddin, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia SulSel yang diwakili oleh Kepala Sub Bidang Pembinaan, Teknologi Informasi dan Kerjasama Ibu Masriani, Perwakilan dari Kapolres Bantaeng, Perwakilan Kepala Departemen Agama Kab. Bantaeng, Perwakilan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Bantaeng, dan Ketua Mahtan Makassar.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Bantaeng, H. Sahabuddin yang dalam sambutannya mengharapkan agar Rutan Bantaeng bisa menjadi Pesantren dalam Pembinaan Keagamaannya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih terlebih kepada bapak Kepala Rutan Bantaeng, Muhammad Ishak atas segala bentuk pembinaan yang telah dilaksanakan bagi warga binaan yang ada di dalam Rutan Bantaeng. Saya bermimpi, bahwa nantinya saya dan Pak Ishak bisa menjadikan Rutan Bantaeng ini sebagai Pesantren yang dapat membentuk kepribadian baru terhadap warga binaan agar bisa menjadi pribadi yang dapat mengubah citra setelah kembali ke masyarakat”.

“Saya harap apa yang kita lakukan hari ini bisa menjadi hasil yang baik dan dapat kita petik dikemudian hari, agar mereka yang dulunya dicap Bekas Narapidana dan Bekas Penjara bisa menjadi sebuah contoh yang dapat ditiru oleh Masyarakat luas”. Tambahnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Klas IIB Bantaeng, Muhammad Ishak tampil dengan membawakan Sambutan dari Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kumham SulSel, Taufiqqurrahman.

“Kegiatan ini sangat penting mengingat pembinaan Narapidana merupakan tanggung jawab bersama, Pemasyarakatan, Pemerintah Daerah, dan seluruh lini masyarakat yang mengisi sendi-sendi kehidupan sosial manusia. Tanpa adanya kerjasama dan sinergi yang baik niscaya pembinaan ini tidak bisa optimal dan efeknya akan kembali kepada masyarakat luas”.

“Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih yang setinggi tingginya kepada Pemerintah Kab. Bantaeng beserta jajarannya dan terlebih lagi kepada ketua panitia kegiatan ini, kiranya kita semua bisa senantiasa bersinergi membangun masyarakat menuju kearah yang lebih baik dan besar harapan kami kiranya kegiatan seperti ini bisa selalu digalakkan khususnya perhatian terhadap saudara-saudara kita yang pernah tersesat, mari kita beri mereka penghidupan yang lebih baik”. Sambutan Kadiv PAS SulSel dalam sambutannya yang dibawakan oleh Ishak.

Untuk Proses Penghapusan Tattoo itu sendiri terdiri dari 4 Tahap yaitu, Tahap Setor Surat Ar-Rahman sebagai salah satu syarat bagi warga binaan untuk bisa menghapus tattoo, Tahap Anestesi pada bagian tubuh yang di tattoo, Tahap Penghapusan Tattoo, dan terakhir yaitu Tahap Pendinginan Luka atau Treatment sehabis laser tattoo.

Adapun warga binaan yang memenuhi syarat untuk bisa menghapus tattoo yaitu sebanyak 36 orang yang terdiri dari 32 orang pria dan 4 orang wanita, dan peserta tutup tindik sebanyak 21 orang. Untuk Treatment Hapus Tatto sendiri berlangsung di Ruang Kerja Ka. KPR bagi wanita dan Ruang Poliklinik bagi pria yang juga menjadi tempat tutup tindik.

Kontributor : Rutan Bantaeng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here