Lies dan Kartini dari Cisadane

0
22
views

Apakabarkampus.com — Tokoh penggerak literasi nasional, Bachtiar Adnan Kusuma, menilai pribadi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Hj. Lies F Nurdin, M.Fish. adalah pribadi tokoh perempuan Sulsel yang hebat dan humanis yang layak menjadi contoh dan teladan bagi kaum perempuan di Sulawesi Selatan.

Bachtiar Adnan Kusuma yang memiliki hubungan dekat dengan kedua orang tua Lies, Prof.Dr.Ir.H.Fachrudin (mantan Rektor Unhas) dan Dra. Hj. Is Fachrudin, menilai pribadi yang humanis, empati dan suka peduli atas penderitaan orang lain yang ada pada diri istri Gubernur Sulsel ini, mirip dan prototype pribadi Ibu Is Fachrudin yang sejak kecil mengajarkan anak-anaknya tentang kejujuran, hidup sederhana, penyayang, santun, taat pada agama.

Menurut BAK yang siswa Ibu Is di Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial Ujungpandang ini menulis buku Is Fachrudin, Kartini dari Sungai Cisadane, sejak kecil ibu Lies telah dididik ibu Is sebagai anak-anak yang patuh pada kedua orang tua, hormat dan sangat menyayangi suami, istri serta menjaga marwah keluarga dari korupsi.

“ Prof. Fachrudin dan Hj. Is Fachrudin kedua pasangan ideal yang berhasil mendidik anak-anaknya sukses menjadi suami atau istri yang menyayangi keluarganya” ujar BAK. Lebih jauh, BAK menggambarkan bahwa kakek ibu Lies dari ibunya, Mas Dis Karnaen adalah Angkatan Laut yang seniman besar berasal dari Bogor, sementara kakek Lies dari ayah Prof. Fachrudin adalah Sekretaris Karaeng Pangkajene, bernama Andi Dalle Karaeng Pagiling.

Karena itu, BAK bersyukur karena kedekatannya dengan kedua orang tua Lies, membuat dirinya banyak tahu tentang keteladanan dari kedua orang tua yang hebat dan berhasil mendidik anak-anaknya.

“ Saya selalu berusaha menyenangkan hati suami, Fachrudin, jika Fachrudin kembali ke kantor, saya selalu menyambutnya dengan senyuman dan tegur sapa yang sopan. Jika suami saya Fachrudin punya masalah, saya tak segera menanyakannya saat Fachrudin masih kelihatan lelah. Saya membiarkannya dulu mencari waktu yang tepat, misalnya saja Fachrudin kelihatan santai, begitu juga sebaliknya, jika saya punya masalah, suamiku Fachrudin akan mencari waktu di mana saya kelihatan santai, barulah Fachrudin mendekati dan menanyakan, apa masalah saya” tulis Is Fachrudin dalam bukunya, Dari Sungai Cisadane, Baraya dan Kalibata.

Dari pengalaman mendampingi suami Is, telah mengalir pada diri Ibu Lies. Lies adalah pribadi ibu rumah tangga yang akademisi, memahami betul tugas-tugasnya dengan baik sebagai pendamping suami, penuntun anak-anak dan ibu teladan dari kaum ibu di Sulawesi Selatan. Kasih sayang, perhatian, keihklasan dan pengabdiannya pada keluarga dan masyarakat Sulawesi Selatan sifatnya total, tak pernah meminta dihormati, apalagi menuntut.

“ Sebagai anak-anak muda, wajib kita bercermin dari kisah cinta Lies dan Nurdin yang amazing dan mirip banget dengan Cinta Is dan Fachrduin menyatu dalam satu kekuatan cinta yang jujur, sederhana dan apa adanya” kata Ketua LPM Terbaik 1 Kota Makassar Tahun 2017 ini.

“Itulah pribadi Ibu Lies sebagai istri dari Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr.Ir.H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr., sebagai ibu dari anak-anaknya, kakak dan adik dari saudara-saudaranya dan Bunda Baca Sulsel yang tak mengenal lelah berhikmah untuk kemajuan pendidikan anak-anak, Ibu di Sulawesi Selatan,’’ kenang BAK memperingati Ulang Tahun Ir. Hj. Lies F Nurdin, M.Fish., ke 56 Tahun, 17 Juni 2020. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here