Polemik Covid dan Biaya Semester, Mahasiswa Unismuh Memanas

0
52
views
Foto ini diambil dari Website Kabar News

apakabarkampus.com – MAKASSAR – Sukrianto ketua BEM FEB UNISMUH Makassar cukup prihatin dengan kondisi mahasiswa akibat dampak covid-19 yang mengakibatkan keadaan ekonomi para peserta didik ikut terdampak.

Itu juga menjadi alasan mahasiswa(i) Unismuh Makassar mempertanyakan nasibnya di Kampus Biru Universitas Muhammadiyah Makassar tentang pembayaran BPP yang akan dibayarkan mahasiswa(i) semester depan (semester ganjil).

Diketahui bahwa covid-19 mulai muncul di Indonesia di awal bulan Maret 2020. Tidak lama setelah ditetapkan kasus pertama yang positif covid-19 diberlakukanlah sistem kuliah daring terhadap mahasiswa.

Oleh sebab itulah para mahasiswa merasa wajar kalau pembayaran semester selanjutnya dikurangi 50%, karena ada penghematan kampus di semester ini, sebab mahasiswa tidak menggunakan beberapa fasilitas yang membutuhkan biaya operasional.

“Jadi ini bisa dialokasikan untuk menutupi setengah dari pembayaran BPP semester depan,” ungkap Sukrianto saat dihubungi oleh pihak apakabarkampus via Whatsapp. Kamis (25/06)

Sukrianto juga mengaku bahwa dirinya sudah mengumpulkan data lewat kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa tentang dampak covid-19 ini.

“Ini adalah pengambilan sampel dari populasi (jumlah kesuluruahan mahasiswa) dengan jumlah responden 752 mahasiswa Unismuh Makassar, dan kami sudah perlihatkan data itu ke pimpinan,” ungkap Sukrianto.

Ketua BEM FEB Unismuh ini juga menampik terkait suara-suara sumbang yang menganggap bahwa para pejabat kampus dari Mahasiswa sudah masuk angin, sehingga yang dilakukan hanya diam saja.

“Mungkin kami masuk angin atau apa, makanya kami diam. Hoi, kami tegaskan ya, lembaga kemahasiswaan ini tidak diam, kami terus mengawal kasus ini sampai ada titik terang,” jawab Sukrianto.

Kami sudah memasukkan tuntutan kepada pimpinan, lanjut Sukrianto, dan jawabannya akan dibahas di Rapat Pimpinan, jadi kita tunggu saja hasil rapatnya.

Sukrianto (Ketua BEM FEB Unismuh Makassar Periode 2019-2020)

“Kami bukannya tidak bisa demonstrasi di jalanan, tapi kami paham ada beberapa langkah yang bisa kita tempuh untuk menyampaikan pendapat, dan demonstrasi itu adalah pilihan terakhir,” tegas Sukrianto. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here