ALISA Khadijah Sulsel Gelar Seminar Nasional Bisnis Syariah

0
19
views
Webinar via zoom

apakabarkampus.com – Pada masa pandemi ini hampir setiap hari kita mendapatkan informasi adanya seminar atau pelatihan secara online (webinar) yang ditujukan bagi pelaku usaha (UMKM).

Bukan tanpa alasan, karena UMKM-lah salah satu sektor yang merasakan dampak besar dari pandemi ini.

Mereka butuh dukungan melalui peningkatan kapasitas dan motivasi agar mereka bisa tetap eksis menjalankan usahanya meski harus merubah model bisnisnya, atau melakukan shifting usaha.

Berdasarkan hal tersebut, Alisa Khadijah Sulsel berinisiatif menggelar kegiatan Seminar Nasional melalui aplikasi zoom pada Jumat (26/06), dengan tema “Optimalisasi Bisnis Syar’i di Era Pandemi.”

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Alisa Khadijah pusat, Ina Marlina, dan acara diikuti oleh 50 orang anggota Alisa dari berbagai daerah; Jakarta, Bogor, NTT, NTB, Papua, Sumatera dan beberapa kabupaten/kota di Sulsel.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an diikuti oleh sambutan Ketua Alisa pusat. Dalam sambutannya, Ina Marlina mengatakan akan mendorong Alisa untuk berperan aktif.

“Alisa akan berperan aktif dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui Zakat, infaq, sedekah dan wakaf (ZiswaF),” ujarnya.

Menurutnya, umat Islam memiliki potensi ekonomi yang besar dan diharapkan menjadi solusi untuk pengentasan kemiskinan yang saat ini angkanya masih cukup tinggi, terutama selama masa pandemi berlangsung.

Sementara itu, ketua Alisa Sulsel, Sutinah Made berharap kegiatan ini dapat terus terlaksana sebagai ajang silaturrahim sekaligus bentuk dari kepedulian Alisa dalam memberdayakan anggotanya.

“Kami berharap, pelaku usaha yang semuanya adalah muslimah ini mendapat pengetahuan mengelola usaha yang tidak sekadar mencari keuntungan semata, namun juga keberkahan di dalamnya,” tuturnya.

Adapun materi webinar diisi oleh H. Dwi Condro Triono, selaku pakar Ilmu Ekonomi Syariah dari Jojakarta. Dalam pemaparannya beliau menekankan pentingnya bisnis dijalankan berdasarkan kaidah-kaidah syariah agar mendapatkan berkah Allah SWT.

Hal penting yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar bisnis yang kita jalankan terhindar dari riba, harus memenuhi dua prinsip.

“Pertama, bisnis harus dilandasi hukum-hukum syariah, dan kedua, transaksi yang dilakukan oleh dua pihak harus sama-sama rida. Jika salah satunya tidak terpenuhi, maka bisnis tersebut bisa dianggap batil,” Jelasnya.

Banyaknya pertanyaan yang diajukan menjadi bukti bahwa peserta mengikuti kegiatan seminar dengan penuh antusias. Namun karena keterbatasan waktu, beberapa pertanyaan dan penanya tidak dapat diakomodir oleh moderator. (*)

Citizen Reporter : Rahmatia Nuhung

Editor : Adji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here