Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel Launching Perpustakaan Lorong Raudhah Indonesia dan Canangkan Wakaf Buku

0
12
views

Apakabarkampus.com — Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan Moh. Hasan S.H., M.H melakukan Launching Perpustakan Lorong Raudhah Indonesia dan pencanangan Wakaf Buku di Pesantran Lorong Raudhah Indonesia Perumaham Manggatiga Permai Blok B 17 Daya Makassar, Minggu (5/7).

Kegiatan yang mengambil tema Beriqra dengan iman dan ilmu ini juga dihadiri Ketua Persaudaraan Muslimim Indonesia (Parmusi) Sulsel Drs. H. Abu Bakar Wasahua, M.M, Ketua Forum Perpustakaan Lorong Desa Sulsel Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos., M.M, Pimpinan Pesantren Raudhah Indonesia Ustadz Rahim Mayau, S.Ag, plt. Kepala Bidang Perpustakaan DPK Sulsel Nilma, S.Sos, M.M, Kepala Seksi Pengembangan dan Pengolahan Bahan Perpustakaan Syamsuddin, S.S., M.M, Kepala Seksi Deposit Drs. Muh. Syahrir Razak, S.Sos., M.AP, Koordinator Pustakawan Sulsel Syamsul Arif, S.Sos., M.A, pustakawan Senior Drs. H. Syahruddin Umar, M.M, PIC Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Sulsel Nazaruddin, S.Ag., M.Sos.I, Baca Sulsel Rezky Amalia Syafiin, S.H dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Sebelum dilauncing para peserta terlebih dahulu mendengarjan sambutan ibu Gubernur yang juga adalah Bunda Baca Sulsel Ir. Hj. Liestiaty F. Nurdin M.Fish yang disampaikan secara virtual.

Dalam sambutannya Buda Baca Sulsel yang juga adalah pembina utama perpustakaan lorong ini, menyampaikan selamat atas launching perpustakaan lorong Raudhah Indonesia, sekaligus berharap perpustakaan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar dan menjadi contoh untuk perpustakaan lorong lainnya.

“Untuk para pengurus tolong dijaga, mohon dihidupkan terus semangat masyarakt untuk sering datang ke perpustakaan lorong ini. Insya Allah saya akan terus membantu meyediakan buku-buku jika buku- buku yang ada sudah mau diganti,” ujarnya.

Kepala DPK Sulsel dalam sambutannya sesaat sebelum melaunching perpustakaan lorong ini mengatakan, membangun bangsa ini tidak harus dari strata higt, membangun bangsa mencerdaskan anak bangsa ini memang juga harus terbangun dari pelosok-pelosok, dari lorong-lorong.

Olehnya itu, Hasan Sijaya sangat mengapresiasi keberadaan perpustakaan lorong yang tentu saja sangat menunjang kegiatan Pesantren Lorong Raudhah Indonesia yang dibangun dan dikembangkan oleh masyarakat dengan pola pembinaan tersendiri yang hanya ada di Kompleks Perumahan Manggatiga Permai ini.

“Pesantren lorong ini satu-satunya di Indonesia, yang digagas dan digerakkan dengan semangat yang luar biasa sehingga bisa terangun di tempat ini,” tegasnya.

Saya ambil semangatnya, lanjut Hasan Sijaya, oleh karenanya perpustakaan harus ada juga di dalamnya. DI setiap pesantren harus ada perpustakaan di dalamnya.

Hasan juga menegaskan, ada himbauan ada keinginan Bapak Gubernur Prof. Nurdin Abdullah. Beliau ketika nanti selesai menjadi Gubernur dalam satu periode, setidaknya sudah ada tercipya 2.600 perpustakaan.

“Sekarang ini kami sudah jalan, di Makassar sudah ada beberapa titik, Kemarin saya ke Maros, di Maros ada 10 titik, di Bone nanti kami berangkat lagi, di sana ada 10 titik, Di daerah ada sekitar 55 titik, sehingga ada kurang lebih 70 titik dalam tahun ini sebelum perubahan,” tandasnya.

“Bahkan saya punya mimpi seperti ini, bukan hanya memberikan sumbangsih keberadaan secara fisik pembangunan perpustakaan lorong itu, kalau perlu pengelola perpustakaannya diberikan insentif. Ini sekarang kami gagas dan kami bisarakan dengan DPRD,” imbuhnya yang disambut aplaus para hadirin.

Sementara itu, Ketua Parmusi Sulsel Abubakar Wasahua mengatakan salah satu persyaratan utama untuk menkadi kelompok yang terbaik dalam masyarakat adalah membaca. Membaca merupakan sebuah kewajiban. Oleh karena itu, ua mengapresiasi kehadiran perpustakaan lorong ini sebagai sarana untuk membaca dan mencerdaskan warga.

Ketua Forum Perpustakaan Lorong dan Desa Bachtiar Adnan Kusuma mengatakan kehadiran perpustakaan lorong ini adalah sebuah ide kecil untuk membangun sebuah peradaban besar di Indonesia. Peradaban ini bisa tunbuh dan berkembang dengan baik kalau terbangun budaya literasi di dalamnya.

“Oleh karena itu gerakan ini harus terus berkesinambungan, perpustakaan lorong ini tidak boleh berhenti berkegiatan,” harapnya.

Pimpinan Pesantren Raudhah Indonesia Ustadz Rahim Mayau pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan oleh Kadis DPK Sulsel, bantuan/wakaf 153 eksemplar buku. Termasuk juga bantua Rp. 500.000 untuk para santri dan Rp. 1 juta untuk ibu-ibu salehah yang tampil mengaji pada acara launching itu, bantuan 10 juta untuk rehab perpustakaan lorong yang sebelumnya adalah pos ronda. Serta bantuan 2 unit komputer dan 1 unit rak buku serta buku siap layan yang menyusul akan diberikan oleh DPK Sulsel. * (naz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here