Warga Lambolo, Morowali Utara, Lakukan Protes Terhadap Tambang Dengan Menanaman Pohon Di Jalan

0
72
views

MOROWALI UTARA – apakabarkampus.com – Pada Senin, 6 juli 2020. Masyarakat Dusun Lambolo Desa Ganda-ganda Kecamatan Petasia Kabupaten Morowali Utara provinsi Sulawesi tengah, melakukan aksi penanaman pohon pisang, pohon kelapa dan sejenisnya di jalan Lambolo.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan warga terhadap ketidakpedulian perusahaan atas kondisi jalan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bentuk sakit hati masyarakat, sebab diduga perusahaan yang ada samasekali tidak peduli dengan kondisi lingkungan sekitar.

“Masa perusahaan tidak melihat kondisi jalan yang ada di sini (Dusun Lambolo) yang sudah kayak bubur tapi tidak juga diperhatikan sama perusahaan,” ujar Ecy salah satu warga yang turut aksi penanaman pohon di jalan.

Lebih lanjut Ecy mengungkapkan bahwa sebenarnya, perusahaan telah melakukan penimbunan jalan di beberapa hari lalu, tapi material yang digunakan hanya tanah, akhirnya jalan menjadi berlumpur seperti areal persawahan.

“Itu pun dilakukan oleh perusahaan setelah Kepala Desa dan Kapolsek Petasia melakukan penghadangan mobil perusahaan di salah satu pos,” lanjutnya.

Diduga, perusahaan melakukan penimbunan dengan penuh kekikiran, keterpaksaan dan kurang cermat.

“Penimbunan jalan Lambolo oleh perusahaan itu dilakukan karena keterpaksaan dan  menggunakan perhitungan yang tidak cermat. Sebab ini musim hujan, di mana intensitas curah hujan tinggi, kemudian diperparah dengan jalan yang dilalui kendaraan dengan beban berat,” ujarnya.

Dengan menggunakan tanah sebagai material penimbunan, katanya, hanya memperparah kondisi jalan. Jalan yang dulunya hanya licin sekarang menjadi licin dan berlumpur.

“Seharusnya dilakukan terlebih dahulu pengerukan jalan untuk mendapatkan tanah padat kemudian dilakukan penimbunan dengan material kerikil,” pungkasnya.

Peserta aksi yang lain pun turut menyampaikan pendapatnya dengan sangat tegas dan penuh emosional.

“Torang bukan mau perbaiki jalan tapi merusak jalan, motor saya so ta’kancing karena motor penuh dengan lumpur,” imbuh Munira yang juga merupakan warga Lambolo.

Jika kondisi jalan terus seperti ini, katanya, maka kami akan mengangkut lumpur ini ke depan gerbang perusahaan supaya torang perusahaan merasakan juga jalan bapece, tegasnya.

Dusun Lambolo Desa Ganda-ganda merupakan areal  tambang Kabupaten Morowali Utara Provinsi Sualwesi Tengah. Beberapa perusahaan melakukan kegiatannya di sana seperti PT. COR II, PT. Itamatra, PT. MPR  dan beberapa perusahaan-perusahan lainnya.

Tapi kehadiran mereka diduga kurang memberikan dampak positif terhadap masyarakat sekitar. Bahkan kehadiran mereka telah mengusik kehidupan masyarakat Lambolo dengan berbagai dampak lingkungan yang mereka timbulkan. (*)

Adji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here