Dan Gadis-Gadis Remaja yang Sebaya

0
44
views

Oleh: Ma’arif Amiruddin
Founder Pajokka Event

Ajaran Islam adalah ajaran yang mulia, sebab bersumber dari Tuhan Pencipta Alam Semesta yang Maha Mulia. Ia memberikan kemuliaan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapapun yang dikehendaki-Nya. Dan Dia adalah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.

ALLAH memulihkan orang-orang yang dekat dengan Firman-Nya (Al-Qur’an), yakni orang-orang yang senantiasa membaca, mentadabburi dan mengamalkan atau berusaha untuk mengamalkan seluruh kandungan dari Al-Qur’an. Sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah saw. kepada kita, “Sesungguhnya ALLAH akan mengangkat sebagian orang dengan sebab kitab ini dan akan merendahkan sebagian yang lain dengan sebab kitab ini pula.” (HR. Muslim).

Kemuliaan di dunia dan akhirat hanya bisa didapatkan oleh umat ini jika mereka mengembalikan Al-Qur’an pada fungsi yang sesungguhnya, yakni sebagai petunjuk dan pedoman dalam mengarungi samudra kehidupan. Sebagaimana yang dinyatakan oleh Tuhan Semesta Alam, “Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petujuk kepada (jalan) yang lebih lurus…. (al-isra/17:9)a

Namun sangat disayangkan, dalam sistem kapitalis yang berkuasa saat ini, Al-Qur’an tidak diposisikan sebagaimana mestinya, Al-Qur’an hanya ditempatkan pada tataran individu, dimusiumkan dan hanya dijadikan bahan ajar yang miskin akan pengamalan. Hanya sekadar tau bahwa riba itu haram, namun pada kenyataannya tetap saja melakukan praktek ribawi, dan anehnya, pemerintah malah mendukung penuh serta memfasilitasi masyarakatnya untuk bergelut dengan praktek haram tersebut.

Begitulah fakta yang terjadi dalam negara kapitalis. Orang-orang yang berusaha menyelamatkan manusia dari keterpurukan dengan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar, menyeru untuk berislam secara kaffah (menyeluruh) serta mencampakkan sistem cacat buatan manusia, malah diserang dengan dalih anti pancasila, anti NKRI, radikal, teroris, intoleransi, anti kebhinnekaan dan seabrek narasi busuk lainnya buatan kafir penjajah.

Lantas bagaimana umat ini akan mendapatkan kemuliaan? Padahal umat ini adalah mayoritas! Teringatlah sabda Nabi saw. “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya, ”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata, ”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. ALLAH akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’.” Kemudian seseorang bertanya, ”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata, ”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud dan Ahmad).

Ingatlah saudaraku, dunia ini hanya sementara, sebentar lagi kita akan menemui gerbang kematian. Tidak berguna harta dan jabatan, satu-satunya yang dibawa hanyalah amal sholeh. Maka manusia yang cerdas ialah yang paling baik dalam merencanakan dan menyiapkan perbekalan untuk hari kemudian (akhirat). Berbekallah, dan sebaik-baik bekal adalah taqwa, yakni patuh dan tunduk pada perintah dan larangan ALLLA swt.

Ingatlah pesan Rasulullah saw. untuk senantiasa bertaqwa dimanapun kita berada, “Bertaqwalah kepada ALLAH dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kejelekan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Berhentilah menentang dan mengolok-olok apa yang dibawa oleh Rasulullah, sesungguhnya kehinaanlah ujung dari perbuatan tersebut. Khilafah dan jihad merupakan bagian dari peninggalan Rasulullah saw. maka sepantasnyalah kita mempelajari dan berusaha untuk mengamalkannya sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah.

“Barang siapa yang menentang rasul setelah jelas baginya petunjuk dan dia mengikuti jalan selain jalan orang-orang yang beriman maka Kami akan membiarkan dia terombang-ambing dalam kesesatannya dan Kami akan memasukkannya ke dalam Jahannam, dan sesungguhnya Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. an-Nisa’: 115).

Tentu kita menginginkan kehidupan yang penuh akan kenikmatan, kedamaian dan kesejahteraan. Maka berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk meraih Surga yang telah dijanjikan.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.”(QS.Ali Imron:133).

Dan di Surga itu ada kenikmatan yang belum pernah terlihat oleh mata, belum pernah terdengar oleh telinga dan belum pernah terbetik dalam hati. “Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nimat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (As Sajdah : 17).

Sekali lagi, bersegeralah wahai saudaraku untuk mendapatkan berbagai kenikmatan yang disediakan oleh ALLAH swt. “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya.” (An Naba : 31-33).

Semoga ALLAH menolong kita dalam mengarungi kehidupan dunia ini, serta menyelamatkan kita dari berbagai fitnah. Dan semoga ALLAH berkenan memasukkan kita ke dalam Surga-Nya yang penuh akan kenikmatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here