ADA APA DENGAN Bantuan Pangan Non Tunai JENEPONTO…?

0
289
views

Ketua Tikoor (tim koordinasi) Kabupaten Jeneponto terus menunda rapat bersama PENUS (Pemuda Nusantara) dan KPMI (Komite Perjuangan Mahasiswa Indonesia) Sul-Sel.

Ketua Tim Koordinasi kabupaten, M. Syafruddin yang menaungi bansos pangan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) di Kabupaten Jeneponto, dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto.

Sebelumnya Syafruddin telah bertemu dengan ketua LBS-PENUS dan KPMI pasca kedua lembaga tersebut melakukan unjuk rasa di halaman kantor Dinas Sosial Kabupaten Jeneponto.

Dari pertemuan tersebut mereka membahas beberapa hal terkait aspirasi yang disampaikan perwakilan lembaga dalam hal ini sistem penyaluran BPNT, tugas dan fungsi E-Warong, kualitas beras premium, telur, dan larangan penjualan makanan berkaleng, serta keseimbangan harga dengan 3 (tiga) jenis komoditas yang dipaketkan.

Menurut pengakuan, Karsil selaku Ketua PENUS bahwa pihak Tikoor BPNT telah berjanji untuk bertemu dan membahas terkait sistem penyaluran BPNT bersama seluruh stakeholder yang ada, namun ternyata dari pihak BPNT selalu menunda dan menunda hingga saat ini terhitung sejak PENUS dan KPMI usai melakukan aksi.

“Tugas dan fungsi E-warong serta sistem penyaluran BPNT inilah yang menjadi inti pembicaraan pada saat kami bertemu di kediaman beliau (M. Syafruddin), dan beliau berjanji akan menjadwalkan pertemuan oleh semua stakeholder pelaksana BPNT, serta berjanji akan menghadirkan pihak dari KSU (Koperasi Serba Usaha) Reski Mandiri Pratama sebagai supplier, kemudian pihak Dinsos, mantan Kadinsos dan pihak BRI (Bank Rakyat Indonesia) KCU (Kantor Cabang Utama) Jeneponto,” ujar Karsil, Rabu, (05/08/2020).

Karsil membeberkan jadwal-jadwal pertemuan yang telah dibuat sebelumnya namun terus-terusan ditunda oleh pihak Syafruddin.

“Jadwal pertama yaitu tanggal 29 Juli 2020, namun ditunda oleh beliau, dan dijadwalkan lagi oleh beliau pada tanggal 6 Agustus 2020 tapi lagi-lagi beliau pun menundanya lewat pesan whatsapp dan akan menjadwalkannya kembali pada tanggal 13 Agustus 2020,” ungkapnya.

Penundaan terus dilakukan oleh pihak BPNT, padahal niat kami baik, kata Karsil.

“Kami tidak ingin indikasi ini terus menjadi bola liar, sebab kami betul-betul hanya ingin memperjelas regulasi penyaluran BPNT, artinya pihak yang bisa memberikan pejelasan mengenai sistem penyaluran tersebut yang kami butuhkan, bukan yang lain! Sehingga indikasi kami tidak berbau fitnah sebab kami hanya menyampaikan aspirasi bukan untuk mencari masalah pribadi,” pungkas Karsil.

Kemudian dari pihak KPMI Sul-Sel juga memberikan tanggapannya terkait penundaan tersebut via telepon, Agung Indar Jaya menduga bahwa penundaan pertemuan ini sepertinya dari pihak BPNT memang sengaja dan ingin bermain api dengan masyarakat.

“Penundaan ini, kami sedikit beranggapan bahwa dengan sendirinya beliau (Syafruddin) merangsang pikiran kami untuk berpikir adanya indikasi kesengajaan dalam penundaan ini, mungkin saja beliau akan terseret namanya, jika indikasi kami terbukti, sehingga beliau terus melakukan rapat koordinasi dengan pendamping di lapangan dan terus menunda rapat bersama dengan lembaga,” ujar Agung.

Namun, kata Agung, pihaknya akan tetap optimis, bahwa siapa pun pihak yang sengaja melakukan penyerapan dana KPM (keluarga penerima manfaat) maka cepat atau lambat pasti terbongkar, walau dengan cara apapun.

“Kami dari kelembagaan hanya mencari kebenaran, bukan menfitnah apalagi menganggap diri kami paling benar,” Ujar Agung selaku Ketua KPMI Sul-Sel.

Kembali ditekankan oleh Korlap Koalisi Pemuda Turatea, bahwa sebaiknya BPNT sampaikan saja kebenarannya, maka pihak gerakan koalisi ini akan legowo jika memang tidak ada keganjalan dalam penjelasan dan praktiknya di lapangan.

“Jika anda tak melakukan apa yang menjadi indikasi kami, maka hadirlah di hadapan kami dan sampaikan kepada kami kebenaranya, kami akan legowo jika kalian sudah menjalankan program BPNT di Kabupaten Jeneponto dengan benar, tidak ada yang susah kok,” jelas, Andy selaku Korlap Gerakan.(*)

Adji.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here