Resensi Buku: Bermodalkan Ilmu Sebelum Berdagang

0
20
views

Judul Buku: Bermodalkan Ilmu Sebelum Berdagang
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal, ST., MSc.
Penerbit: Pustaka Muslim Yogyakarta
Tahun Terbit: 2013
Cetakan: Pertama
Tebal Buku: 197 Halaman

Biografi Penulis

Beliau lahir di Ambon, 24 Januari 1984 dari orang tua Usman Tuasikal, SE. dan Zainab Talaohu, SH. Beliau berdarah Ambon namun pendidikan SD sampai SMA diselesaikan di kota Jayaoura, Papua (dulu Irian Jaya).

Saat ini, beliau tinggal bersama -istri tercinta- Rini Rahmawati dan tiga anak, yaitu Rumaysho Tuasikal (puteri), Ruaifi’ Tuasikal (putera) dan Ruqoyyah Tuasikal (puteri) di dusun Warak, desa Girisekar, Panggang, Gunungkidul, D. I. Yogyakarta.

Tugas begitu penting yang diemban saat ini adalah menjadi pimpinan Pesantren Darush Shalihin di Gunungkidul. Selain itu, beliau menjadi pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI). Beliau juga sibuk mengurus bisnis lewat toko online Ruwaifi.com yang diurus bersama dengan murid-murid pesantren.

Latar Belakang Buku

Setiap orang menganggap mudah menjadi pedagang atau pebisnis. Yang dibutuhkan di awal-awal adalah memiliki modal, memahami produksi dan memahami pemasaran. Namun selaku seorang muslim yang taat pada ALLAH dan Rasul-Nya, ada satu bekal juga yang mesti dipahami sebelum bekal-bekal tadi, yaitu memahami hukum syari’at yang berkaitan dengan perdagangan.

Di akhir-akhir zaman sekarang ini, kebanyakan orang memang tidak peduli lagi dengan syariat, tidak peduli lagi manakah yang halal dan yang haram. Pokoknya segala macam cara ditempuh asalkan bisa meraup keuntungan yang besar. Benarlah sabda Nabi kita Muhammad saw, “Akan datang suatu zaman dimana manusia tidak lagi peduli darimana mereka mendapatkan harta, apakah dari usaha yang halal atau yang haram.” (HR. Bukhari).

Maka dari itu, buku ini hadir sebagai jawaban untuk orang-orang (terkhusus pengusaha muslim) yang ingin terjun ke dunia perdagangan, agar mereka tidak terjerumus dalam kubangan dosa disebabkan kebodohan akan syariat Islam.

Gambaran Tentang Isi Buku

◎ Berilmu Dulu Sebelum Berdagang:
Menuntut ilmu agama merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim, tak terkecuali para pedagang. Sebab dalam Islam diatur hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia yang lain dan manusia dengan dirinya sendiri.

◎ Jual Beli yang Mabrur:
“Wahai Rasulullah, mata pencaharian apakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur.” (HR. Ahmad).

◎ Pengertian dan Hukum Jual Beli:
Pada BAB ini akan dibahas mengenai definisi dan halal-haram seputar jual beli.

◎ Ijab Qobul Dalam Jual Beli:
Dalam ijab qobul berarti ada yang menyatakan menjual dan ada yang menerima. Apakah bentuknya harus dalam ucapan (perkataan) ataukah boleh pula hanya sekadar perbuatan tanpa kata-kata?

◎ Syarat Jual Beli:
Syarat sah nya jual beli dibagi menjadi dua cakupan, yakni syarat yang berkaitan dengan penjual dan pembeli dan syarat yang berkaitan dengan barang atau alat tukar dalam jual beli.

◎ Barang yang Haram Diperdagangkan:
Sebuah kaedah mengatakan, “Segala sesuatu yang boleh dimanfaatkan, maka boleh diperjualbelikan selain yang dikecualikan oleh syari’at.”

◎ Bentuk Jual Beli yang Terlarang:
Seperti jual beli yang mengandung ghoror, mudharat, pengelabuan dan ada juga jual beli yang terlarang disebabkan sebab lain.

◎ Hak Khiyar:
Khiyar merupakan hak untuk melanjutkan ataupun membatalkan jual beli.

◎ Perjanjian dan Persyaratan Dalam Jual Beli:
‘Perjanjian’ dan ‘Persyaratan’ dalam jaul beli merupakan dua hal yang berbeda, pada BAB ini penulis akan merincikan perbedaan antara keduanya.

◎ Jual Beli Salam:
Adalah jual beli dengan uang di muka secara kontan sedangkan barang dijamin diserahkan tertunda. Istilahnya adalah pembeli itu pesan dengan menyerahkan uang terlebih dahulu, sedangkan penjualan mencarikan barangnya walaupun saat itu barang tersebut belum ada di tangan penjual.

◎ Standar Keuntungan Dalam Jual Beli:
Apakah ada standar keuntungan yang ditetapkan oleh syari’at dalam proses jual beli? Jikalau ada, berapa standar tersebut?

◎ Semangat Berdagang di Pagi Hari:
Rasulullah saw. pernah mendoakan keberkahan untuk umatnya pada pagi hari mereka.

◎ Mengingat ALLAH di Pasar:
Mengingat ALLAH sejatinya di setiap saat dan di setiap tempat, hendaknya lisan kita senantiasa basah dengan dzikir kepada ALLAH (kecuali di dalam kamar mandi).

◎ Harta di Tangan Orang yang Shalih:
Rasulullah saw. pernah bersabda bahwa sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang shalih. HR. Ahmad.

◎ Syukur di Kala Meraih Sukses:
Kesuksesan tentu menjadi dambaan setiao orang, namun terkadang, kerika seorang hamba diberi kesuksesan duniawi, ia malah lupa dengan yang memberinya kesuksesan tersebut. Maka perlu kiranya memgetahui kiat-kiat apa saja yang harus dilakukan ketika diberi kesuksesan.

Kelebihan dan Kekurangan

◎ Kelebihan:
Gaya tulisan yang enak dibaca, mengalir dan terstruktur, serta dilengkapi berbagai contoh kasus sehingga lebih mudah dipahami.

◎ Kekurangan:
Masih belum lengkap dari segi pembahasan, mengingat luasnya bidang ilmu fiqh muamalah.

Kesimpulan

Ilmu merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki setiap manusia, terutama ilmu agama. Imam Syafi’i pernah mengatakan bahwa siapa yang menginginkan dunia, harus dengan ilmu. Siapa yang menginginkan akhirat, harus dengan ilmu. Siapa yang menginginkan keduanya, harus dengan ilmu.

Berdagang adalah aktivitas yang dihalalkan dalam Islam, namun Islam mengatur perkara ini dengan aturan yang jelas, tegas serta mengikat. Setiap orang tidak boleh melewati batas-batas yang telah ditetapkan oleh ALLAH swt.

Maka penting bagi seorang muslim untuk mengetahui hal-hal apa saja yang dibolehkan dalam perdagangan dan hal-hal apa saja yang dilarang dalam sistem perdagangan. Bahkan Khalifah Umar sampai-sampai melarang orang-orang berjualan di pasar, hingga mereka menguasai halal haram dalam perdagangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here